Weekend Ibu-ibu Jadi Happy Karena Emas Antam Cetak Rekor

Investment - Tirta, CNBC Indonesia
29 May 2021 13:50
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga logam mulia emas Aneka Tambang atau yang dikenal dengan emas Antam naik hampir 1% sepanjang minggu ini. Kenaikan harga emas Antam terjadi seiring naiknya harga emas dunia.

Akhir pekan lalu harga emas batangan Antam untuk satuan 1 gram dibanderol di Rp 957.000. Hari ini harga emas Antam di butik LM Pulo Gadung tercatat dibanderol di Rp 965.000 per gram. Artinya ada kenaikan harga emas sebesar Rp 8.000.

Sepanjang minggu ini harga emas berhasil naik 1,4%. Kenaikan harga emas dunia juga mengangkat harga emas Antam. Uniknya emas naik saat dolar AS juga cenderung menguat. Faktor yang membuat emas masih mampu naik adalah anjloknya harga aset cryptocurrency Bitcoin.


Harga emas dunia di pasar spot kembali tembus US$ 1.900. Pada perdagangan terakhir pekan ini Jumat (28/5/2021), harga emas naik 0,35% ke US$ 1.902,64/troy ons. Indeks dolar ditutup di posisi 90 dan Bitcoin ambles 8,33% ke kisaran US$ 35.000/BTC.

Sudah hampir dua bulan dolar AS terus menerus melemah karena dibayangi kebijakan moneter longgar di tengah kenaikan inflasi yang tinggi. Namun yang patut diperhatikan adalah arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserves (The Fed).

Dalam risalah rapatnya akhir April lalu, anggota komite pengambil kebijakan The Fed mulai mendiskusikan tentang kemungkinan tapering. Hal ini disampaikan dalam rapat. Pengaturan pembelian aset bakal mulai direncanakan jika perekonomian konsisten di jalur pemulihan.

Seperti diketahui bersama, ekonomi AS terus bergeliat dengan dukungan stimulus fiskal dan kebijakan moneter longgar. Pembukaan kembali perekonomian serta gencarnya vaksinasi membuat likuiditas yang berlimpah mulai cepat berpindah tangan memunculkan fenomena inflasi.

Tren pengangguran juga terus menurun walaupun masih belum kembali ke level pra-pandemi. Saat inflasi tinggi tetapi kebijakan moneter masih longgar maka emas diuntungkan.

Namun jika pengetatan moneter terjadi, emas berpeluang kembali dilego karena terjadi peningkatan opportunity cost dalam memegang aset yang tak produktif. Namun jika melihat sikap The Fed yang masih dovish untuk saat ini harga emas masih berpeluang reli. Apalagi jika melihat volatilitas di aset kripto yang begitu tajam.

Sentimen risk on risk off di pasar terus berubah dengan cepat. Anjloknya harga Bitcoin cs dan naiknya harga emas dalam sebulan terakhir menunjukkan bahwa investor mulai kembali konservatif. Ini menjadi sinyal bullish untuk emas.

Dalam jangka pendek target harga emas sudah tertembus di US$ 1.900/troy ons. Ke depan apabila dolar AS tak mampu reli lebih lanjut dan harga Bitcoin cs masih tertekan peluang emas lanjut melesat terbuka lebar.


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading