InvesTime

Apa Benar IHSG Nyungsep Gegara Covid? Jangan-jangan Kripto

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
21 May 2021 19:13
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah hingga saat ini. Sejak awal tahun atau secara year-to-date (ytd), indeks acuan utama pasar modal Indonesia ini terkoreksi 3,44%.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada perdagangan Jumat ini (21/5/2021) IHSG ditutup minus 0,42% di posisi 5.773, tak mampu menembus level 5.800 atau bahkan level psikologis 6.000. Padahal di awal Januari, IHSG sempat di posisi 6.435.

Head Of Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger M.M mengatakan tertekannya IHSG belakangan ini disebabkan karena beberapa sentimen, salah satunya dampak pandemi virus corona yang dikhawatirkan kasusnya meningkat pascalibur Lebaran.


Apalagi di luar negeri, sejumlah negara juga melaporkan tingginya kasus pandemi, termasuk India.

"Pasar saham Indonesia semakin pudar disebabkan oleh sentimen corona virus. Efeknya kalau makin besar, kita akan menemukan ekonomi kaya tahun lalu, stagnan," kata Roger dalam program Investime CNBC Indonesia, Rabu malam (19/5/2021).

Dia menuturkan bahkan pelemahan lebih lanjut pun dipastikan bakal menghapus keuntungan yang sudah terjadi sejak awal tahun. Jadi, tegasnya, sangatlah wajar jika kejatuhan yang terjadi pada IHSG dihubungkan dengan adanya pandemi virus corona yang menghantam ekonomi dan berimbas ke pasar modal dan persepsi investor.

Tak hanya itu, sangat terasa dampaknya pada emiten-emiten yang terkena imbas pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah guna meredam pandemi.

"Tekanan yang terjadi pada IHSG masih disebabkan potensi melambatnya pemulihan ekonomi Indonesia. Akan ada sektor-sektor berdampak jika sampai ada gelombang 2. Ini berpengaruh juga ke kinerja emiten-emiten," papar dia.

Tidak hanya itu, nasib buruk yang menimpa IHSG juga ada pengaruh dari tren jual beli aset kripto (cryptocurrency) yang dianggap sebagai dalang di balik sepinya transaksi di pasar saham selama beberapa pekan terakhir.

Namun Roger juga menyoroti dampak lainnya berkaitan dengan adanya kebijakan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), sebagai salah satu investor saham institusi terbesar di BEI, yang mengurangi porsi investasi sahamnya.

"Kebetulan keterkaitannya enggak secara langsung dan kita lihat bahwa transaksi di Bursa makin turun dari awal tahun."

"Kelihatan mungkin sebagian karena kripto, tapi ada isu- isu BPJS mau kurangin porsi di stock market. Kita lihat PE [price earnings] rasio di bursa RI, saat ini sudah 29,5 kali cukup mahal juga seiring kinerja 2020 yang enggak semringah, karena efek pandemi, kinerja emiten turun," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading