Selain Telkom, Nih Emiten yang Rajin Bagi Dividen

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
10 May 2021 10:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya mencatat sejumlah perusahaan yang rajin bagi dividen selain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Diantaranya adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Indo Tambang raya Megah Tbk (ITMG). Untuk HMSP diperkirakan dividen payout ratio nya 100% dengan earnings per share Rp 74 dan harga Rp 2,190. Sementara untuk potensi dividennya mencapai 5,27%.

"ITMG pada 18 Mei dividen per sharenya Rp 474 dibagi Rp 12.175 sehingga dividen nya 3,89%," kata Bernadus dalam program InvestTime CNBC Indonesia, Jumat (7/5/2021).


Nilai saham ITMG mengalami kenaikan seiring dengan siklus harga Batubara yang juga sedang meningkat. Ini akibat tensi antar China dan Australia membuat Indonesia memiliki berkat sendiri, kata Bernadus.

Selanjutnya saham HMSP, untuk level buy on weakness adalah Rp 1.270 dan Rp 1,150. Sementara ITMG adalah Rp 11.750 serta Rp 11.375. Berikutnya berbicara mengenai TLKM, menurutnya earnings growth nya cukup signifikan. Saat ini level support bisa melakukan pembelian untuk area Rp 3,170 dan Rp 3,100.

Earningsnya meningkat dari tahun 2019 yakni Rp 188 menjadi Rp 210 pada tahun 2020. Tren positif juga terlihat dari industri telekomunikasi yang cukup baik untuk tahun 2021 ini.

"Tahun lalu dividen yield 81,95%, jika kita asumsi turun sedikit 809% dividen dihargai Rp 3,190, jadi 5,26%. Telekomunikasi cukup baik di tahun 2021 ini," kata dia.

Bernadus mengatakan jika dividen ITMG di tahun ini diproyeksikan akan sama. Sebab uang yang dimiliki akan dibagikan juga pada holding asal perusahaan yakni Inggris.

Sementara Telkom, asumsinya adalah 80%. Alasannya adalah kebijakan perusahaan pembagian diantara 60-90% dan tahun 2021 penggunaan data internet selama pandemi cukup meningkat.

"Pertama kebijakan perusahaan 60-900% dan tahun lalu 80%. Tahun 2020 performa lebih baik dan di tahun 2021 ini potentially data meningkat. 80% angka yang wajar untuk kita perhatikan, 5,26% bukan tidak mungkin untuk Telkom," jelas Bernadus.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading