Aduh Biyung! Harga Emas Antam Jeblok ke Level Rendah 9 Bulan

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 March 2021 09:52
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam jeblok pada perdagangan Selasa (30/3/2021) setelah turun tipis awal pekan kemarin. Merosotnya harga emas dunia pada perdagangan Senin menjadi faktor dibalik jebloknya emas Antam hingga menyentuh level terendah 9 bulan. Di pekan ini, emas memang diprediksi kesulitan untuk menguat.

Melansir data dari situs resmi miliki PT Antam, logammulia.com, emas ukuran/satuan 1 gram jeblok 1,09% ke Rp 911.000/US$. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 26 Juni 2020 lalu.

Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan merosot 1,16% ke Rp 85.312.000/batang atau Rp 853.120/gram.


Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 505.500Rp 1.011.000
1 GramRp 911.000Rp 911.000
2 GramRp 1.762.000Rp 881.000
3 GramRp 2.618.000Rp 872.667
5 GramRp 4.330.000Rp 866.000
10 GramRp 8.605.000Rp 860.500
25 GramRp 21.387.000Rp 855.480
50 GramRp 42.695.000Rp 853.900
100 GramRp 85.312.000Rp 853.120
250 GramRp 213.015.000Rp 852.060
500 GramRp 425.820.000Rp 851.640
1000 GramRp 851.600.000Rp 851.600

Harga emas dunia pada perdagangan Senin kemarin merosot 1,15% ke Rp 1.711,99/troy ons. Kenaikan yield obligasi (Treasury) AS yang naik ke level 1,7% membuat emas nyungsep.

Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil.

Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas. Sehingga emas menjadi kurang diuntungkan ketika yield Treasury menanjak, sebaliknya saat yield turun maka emas akan mendapat sentimen positif.

Sementara survei mingguan yang dilakukan Kitco menunjukkan mayoritas para analis memprediksi harga emas akan turun di pekan ini, meski yang meramal akan naik juga nyaris sama.

Dari 16 analis Wall Street yang disurvei, sebanyak 8 analis memberikan proyeksi bearish (tren menurun), 7 analis bullish (tren naik), dan sisanya netral.

Hasil berbeda didapat ketika survei dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan partisipas sebanyak 807 orang. Hasilnya 47% responden memberikan proyeksi bullish, 32% bearish, dan sisanya netral.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading