Yuk Dibeli! Emas Antam Makin Murah, Hari Ini Turun 0,6%

Investment - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
27 February 2021 12:09
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam kembali ambles pada perdagangan Sabtu (27/2/2021), hingga ke level termurah dalam 7 bulan terakhir. Melemahnya harga emas dunia masih menjadi penyebab amblesnya harga emas Antam hari ini.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 917.000/batang, turun Rp 5.000/gram atau 0,5% dibandingkan harga kemarin.


Pada hari Kamis, emas ini ambrol 1,3% ke Rp 922.000/batang, yang merupakan level terendah sejak 23 Juli lalu, dan sepanjang pekan ini turun lebih dari 1%.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 85.912.000/batang atau Rp 859.120/gram juga turun Rp 5.000/gram atau secara persentase 0,58%.

Sementara itu, harga emas dunia pada perdagangan Jumat (27/2/2021) kemarin kembali ambles 1,91% ke US$ 1.769,87/troy ons akibat kenaikan yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat (AS).

Kamis kemarin, yield Treasury naik 12,6 basis poin ke 1,515%, bahkan sebelumnya sempat menyentuh 1,614%, tertinggi sejak Februari tahun lalu, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi, dan sebelum bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memangkas suku bunga acuannya menjadi 0,25%.

Namun, pada perdagangan Jumat kemarin, yield Treasury AS kembali turun sebesar 12,3 basis poin (bp) ke level 1,407%.

Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil. Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas.

Kenaikan pesat yield Treasury dalam waktu singkat ini diakibatkan karena pelaku pasar mulai mengantisipasi prospek pemulihan ekonomi dan potensi tingginya inflasi sehingga mereka meminta kompensasi dengan kenaikan imbal hasil.

"Yield sangat menentukan. Di kisaran 1,5%, yield obligasi bisa kompetitif dibandingkan dividend yield di pasar saham. Ingat, tidak ada risiko di obligasi, uang Anda kembali 100%," kata Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel yang berbasis di Virginia (AS), seperti dikutip dari Reuters.

Ketika Treasury menjadi lebih menarik ketimbang saham yang merupakan aset berisiko dengan imbal hasil tinggi, apalagi emas yang tanpa imbal hasil, tentu kalah telak dibandingkan Treasury.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading