InvesTime

Biar Gak Bingung, Begini Caranya buat Averaging Down Saham

Investment - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
04 February 2021 14:03
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu strategi yang bisa dijalankan oleh untuk bertransaksi saham adalah average down atau membeli saham yang sudah dimiliki di harga bawah. Cara ini dinilai bisa dilakukan untuk terhindar dari kerugian saat pembelian saham.

Hanya saja, average down yang berarti membeli kembali saham-saham yang dimiliki dengan harga yang lebih murah, itu dilakukan dengan melihat juga likuiditas saham.

Analis Ekuitas NH Korindo Sekuritas, Ajeng Kartika mengatakan investor harus mengerti sedikit soal teknikal perdagangan saham. minimal mengetahui angka support dan resistance sebuah saham. Sehingga penentuan kapan mau diambil untuk average down bisa terlihat dari pergerakan saham pada saat itu.


"Timing yang penting, gak bisa asal karena harga turun di beli lagi. kita harus tau soal teknikal tau soal support resistance minimal. Kalau dia di support jangan average down tunggu dia mantul dulu baru kita average down," katanya, dalam program InvesTime CNBC Indonesia, Selasa (2/2/2021).

"Jika ada pantulan sedikit tentu bisa melakukan average down untuk mendapatkan keuntungan atau menutup kerugian," lanjutnya.

Namun bila saham itu bertahan di level support (batas bawah) dan ada potensi pergerakan kembali turun, tentu lebih baik melepas saham tersebut.

Dia mengatakan, saat ini, profil investor saham sudah banyak diisi oleh investor ritel muda yang baru masuk pasar modal. Tidak hanya teknikal, analisis secara fundamental emiten juga berperan penting dalam melihat satu saham yang akan dibeli.

"Jika kinerja perusahaan saya masih baik tentu lebih baik melakukan average down dengan menambah porsi saham jika potensi kinerja perusahaan akan gemilang di ke depannya."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading