Mohon Maaf Ibu-ibu, Emas Antam Menukik ke Bawah Rp 1 Juta

Investment - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
29 October 2020 14:10
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia anjlok 1,6% ke bawah US$ 1.900/troy ons semalam. Koreksi tajam harga emas dunia juga berbuntut pada penurunan harga logam mulia emas PT Aneka Tambang Tbk atau lebih dikenal dengan emas Antam. 

Harga emas Antam per gramnya menukik ke bawah Rp 1.000.000. Pada Kamis (29/10/2020), satu gram logam mulia emas Antam dihargai di Rp 995.000. Harga emas Antam turun Rp 12.000 atau terpangkas 1,2%.


Penurunan harga emas dunia dipicu oleh menguatnya dolar AS yang tercermin dari kenaikan 0,5% indeks dolar. Emas dibanderol dalam mata uang Paman Sam. Pergerakan harga emas berbanding terbalik dengan dolar AS. 

Artinya ketika dolar AS menguat terhadap mata uang lain, harga emas tertekan lantaran harga logam kuning tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Di saat yang sama investor yang memegang emas yang membelinya di harga lebih rendah bisa memanfaatkan kenaikan dolar AS untuk merealisasikan keuntungan lebih besar.

Lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Amerika Utara dan Benua Eropa membuat pasar keuangan drop signifikan. Dini hari tadi tiga indeks saham utama Wall Street anjlok lebih dari 3%.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) drop 3,4%. Untuk indeks yang lebih banyak konstituennya yaitu S&P 500 anjlok 3,5%. Sementara Nasdaq Composite yang berisi banyak saham teknologi memimpin pelemahan dengan koreksi 3,7%.

Kecemasan di pasar ekuitas akibat lockdown yang kembali marak membuat indeks volatilitas CBOE (VIX) sebagai indikator ketakutan melonjak tinggi ke posisi di atas 40 dan menandai level tertingginya sejak 12 Juni. Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun juga naik 0,86% dalam sehari. 

Semenjak bank sentral global menerapkan kebijakan moneter ultra longgar yang ditandai dengan suku bunga rendah di negara-negara maju serta cetak uang melalui quantitative easing (QE), pergerakan emas dan saham cenderung seirama. 

Emas digunakan sebagai sumber likuiditas untuk menutup margin call jika harga aset-aset ekuitas. Aksi jual inilah yang memantik harga emas jatuh ke bawah. Menambah risiko ketidakpastian global yang tinggi adalah pemilihan presiden AS yang bakal digelar 3 November nanti. 

Para pelaku pasar dan analis memperkirakan pasar akan bergerak dengan volatilitas yang tinggi. Ketika risiko ketidakpastian akibat melonjaknya kasus infeksi Covid-19 dan pemilihan presiden Paman Sam, stimulus yang digadang-gadang dapat menstimulasi ekonomi tak kunjung mengucur. 

Pemangku kebijakan di AS yakni Pemerintah (Donald Trump), Partai Demokrat yang mengusai House of Representatives (DPR) dan Partai Demokrat yang mengusai senat justru berbeda pendapat soal stimulus sehingga negosiasi yang berjalan seringkali tersendat.

Selain mendapat berkah dari kebijakan moneter yang ultra longgar, emas juga diuntungkan oleh kebijakan fiskal ekspansif yang ditempuh pemerintah global.

Injeksi likuiditas yang masif ke perekonomian dan dibarengi dengan menggelembungnya defisit anggaran dan utang pemerintah membuat banyak orang memilih emas sehingga harganya naik lebih dari 20% sepanjang tahun ini. 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading