Emas Lagi Turun, Ini Investasi yang Cucok Saat New Normal

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
03 June 2020 18:39
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang penerapan new normal, ada beberapa jenis investasi yang bisa jadi pilihan karena mudah untuk dilakukan dan memiliki risiko yang tidak terlalu besar. Investasi tersebut mulai dari saham, emas, obligasi hingga reksa dana, yang  kesemuanya punya karakter dan keunggulan masing-masing.

Berinvestasi adalah salah satu cara yang strategis untuk dapat menghasilkan uang yang lebih. Kendati demikian, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis dan produk atau instrumen investasi. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki kebutuhan, tujuan dan pribadi yang berbeda-beda.

Kebetulan emas, aset yang jadi primadona kala pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19), sedang kurang seksi. Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia di pasar spot turun 0,45% seiring peningkatan risk appetite investor akibat wacana new normal.


Begitu pula harga emas produksi PT Aneka Tambang (ANTM). Selama sepekan kemarin, harga Logam Mulia Antam turun 0,35%.

Menjelang new normal instrumen investasi seperti saham terpantau menjadi salah satu pilihan investor. Hal ini seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan kemarin (week-on-week/WoW) atau periode 20-29 Mei 2020 yang menguat 207,66 poin atau 4,57% ke level 4.753,61.

Sementara pada perdagangan Selasa kemarin (2/6), IHSG melonjak 93,89 poin atau hampir 2% ke level 4.847,51, bahkan di hari Rabu ini IHSG masih membukukan penguatan 1,67% menjadi 4.928,46.

Selera investor terhadap aset berisiko (risk appetite) nampaknya sudah kembali di tengah optimisme para pelaku pasar akan diputarnya kembali perekonomian Indonesia. Dengan dibukanya kembali perekonomian, perusahaan-perusahaan yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat kembali beroperasi.

Berikutnya ada obligasi, i
nvestasi jenis obligasi alias surat utang. Dalam surat akan tertera berapa jumlah dan berapa lama Anda akan memberikan pinjaman pada perusahaan tersebut.

Ada berbagai jenis obligasi seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang cocok untuk investor individu. Pembayaran kupon diterima setiap bulan dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. 

Pengusaha nasional dan pemilik saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Sandiaga Uno membagikan tips untuk mengelola portofolio investasi agar untung maksimal. Sandiaga mengungkapkan jika calon investor memiliki aset 100%, maka harus dibagi dan jangan difokuskan ke dalam satu instrumen investasi tertentu.

"Aset 100% misalnya, total portfolio ini investasi kan, ini menjadi modal porfofolio dan bisa dijalankan setelah Covid-19 ini, yakni mengalokasikan 18-20% cash, 30-35% di ekuitas [saham], 30-35% di fixed income atau surat berharga, dan sisanya tersebar di properti dan emas, dan metal," kata Sandi dalam paparan investasi bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), bulan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading