Cuan Terus! Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 7.000/gram

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
15 May 2020 10:25
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Jumat ini (15/5/2020) naik 0,81% atau sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 868.000/gram dari perdagangan Kamis kemarin di level Rp 861.000/gram.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, harga emas Antam naik 0,23% sebesar Rp 2.000 dari posisi harga Rabu yakni Rp 859.000/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat 0,81% berada di Rp 86,8 juta dari harga kemarin Rp 86,1 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Jumat ini (15/5/2020) naik Rp 7.000 menjadi Rp 917.000/gram setelah menguat Rp 2.000 ke Rp 910.000/gram pada hari Kamis kemarin.

 

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 0,98% atau Rp 8.000 ditetapkan pada Rp 823.000/gram, dari posisi kemarin Rp 815.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

 

 

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin (Jumat pagi waktu Indonesia) sebesar US$ 13,98 atau 0,82% menjadi US$ 1.729,27/troy ons setelah menguat 0,77% pada perdagangan sebelumnya, mengacu data Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Juni ditutup naik US$ 24,50 atau 1,4% pada US$ 1.740,90/troy ons setelah menguat 0,6% di perdagangan sebelumnya, melansir dari RTTNews.

Penguatan harga emas dunia kemarin karena meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan resesi yang berkepanjangan, sehingga mendorong pelaku pasar untuk mencari aset safe haven logam emas. Sentimen positif emas juga karena investor membuang aset berisiko di tengah ketegangan perdagangan antara AS-China.

"Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-Cina terus menuju ke 'spiral' dan pelaku pasar memiliki data yang sangat suram dari AS dan semuanya mendukung permintaan safe haven," kata Edward Moya, senior analis di OANDA.

"Harga emas telah bergejolak selama beberapa minggu terakhir tetapi tampaknya sekarang investor memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga ke level tertinggi dalam waktu dekat," kata Moya, melansir dari Reuters.

 

[Gambas:Video CNBC]



 

TIM RISET CNBC INDONESIA




(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading