Dalam 3 Hari Emas Antam Drop Rp 15.000/gr, Pertanda Apa?

Investment - Haryanto, CNBC Indonesia
01 April 2020 15:49
Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Rabu (1/4/2020) turun 1,49% sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 862.000/gram
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini (1/4/2020) anjlok 1,49% atau sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 862.000/gram, dari posisi selasa kemarin yakni Rp 875.000/gram.

Kendati terjadi penurunan pada hari ini, namun harga emas antam secara kuartal pertama (QI-2020) telah menguat hampir 23% sebesar Rp 162.000 dari Rp 713.000/gram menjadi Rp 875.000/gram pada perdagangan terakhir (31/3/2020).

Sementara dalam tiga hari pekan ini harga emas Antam membukukan penurunan 1,74% atau sebesar Rp 15.000. Awal pekan ini, harga emas Antam sempat stagnan di angka Rp 877.000/gram, pada Selasa kembali turun ke Rp 875.000/gram dan hari ini lagi-lagi harga emas Antam anjlok ke Rp 862.000/gram.


Penurunan ini seiring dengan stimulus yang digelontorkan pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dana yang jumlah cukup besar tersebut dialokasikan untuk memerangi penyeberan wabah virus corona.

Intervensi pemerintah dan bank sentral memberikan angin segar atau harapan bagi pasar saham dan pasar modal, sehingga banyak pemilik emas batangan menjual aset nya demi mengadu peruntungan di pasar saham dan pasar modal dari sentimen positif tersebut. Tak hanya itu ada juga investor yang menjual asetnya demi memenuhi panggilan margin (margin call).

Penurunan harga emas Antam terjadi pada saat pasar saham sedang mendapat katalis positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama awal pekan hingga saat ini Rabu (1/4/2020) mencatatkan kenaikan sebesar 1,17%, merespon stimulus yang dikucurkan pemerintah.

Jika diurut dari periode awal tahun hingga saat ini, nampaknya pandemi wabah virus corona (COVID-19) masih menjadi pendorong utama naiknya harga emas Antam ke depan. Kenapa? karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi dunia termasuk Indonesia akan memasuki jurang resesi akibat meluasnya pandemi tersebut.

Ketika kekhawatiran meningkat, maka aset aman (safe haven) seperti logam mulia emas sebagai nilai lindung (hedging), menjadi pelarian investor di saat ketidakpastian ekonomi. Sebagai catatan investor cenderung memburu aset-aset safe haven di masa ketidakpastian ekonomi dan juga geopolitik.


[Gambas:Video CNBC]




TIM RISET CNBC INDONESIA



(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading