Emas Antam & UBS Punya Saingan Baru nih: Waris Sampoerna

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
15 November 2019 16:59
Emas Antam & UBS Punya Saingan Baru nih: Waris Sampoerna

Jakarta, CNBC Indonesia - Produk investasi emas ritel bernama Waris Sampoerna yang diproduksi PT Sampoerna Gold Indonesia kini meramaikan dunia investasi dan menawarkan alternatif tambahan bagi calon investor logam mulia.

John Aryananda, Direktur Utama Sampoerna Gold, mengatakan saat ini perusahaan sudah mulai memasarkan emas batangan murni yang diberi nama Waris tersebut dan berharap dapat meraih pangsa pasar 5% tahun depan.

"Saat ini memang didominasi oleh emas Antam yang pangsa pasarnya sangat dominan, tetapi kalau kami dapat mengambil pangsa pasar 5% saja, sudah bagus," ujarnya, Kamis malam (14/11/19).



Di pasaran, penjual emas murni (fine gold) receh yang sudah ada lebih dulu adalah emas Antam, emas UBS dan emas PAMP.

EmasAntam memiliki pangsa pasar sekitar 90%, sedangkan emasUBS sekitar 10%, dan emasPAMP yang juga belum banyak dipasarkan. Ketiganya menawarkan produk yang sama,

yaitu emas kepingan dan batangan dengan kemurnian 99,99% dan 24 karat.

Emas Antam diproduksi oleh BUMN tambang mineral yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang memiliki tambang serta pemurnian sendiri. Saat ini, emas Antam tersedia dalam 12 pecahan yaitu dari 0,5 gram hingga 1 kg.

Peritel emas lain yaitu emas UBS yang diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) asal Surabaya. Emas yang ditawarkan UBS terdiri dari 7 pecahan yaitu dari 1 gram hingga 25 gram.


Satu jenis emas lain adalah emas PAMP, singkatan dari Produits Artistiques Métaux Précieux asal Swiss, yang ditawarkan dalam empat besaran yaitu 5 gram sampai 100 gram.

Saat ini, John mengatakan perusahaan baru memasarkan besaran 10 gram hingga akhir tahun sebagai langkah uji pasar. Rencananya, langkah itu akan diperluas menjadi empat pecahan dengan tambahan tiga ukuran yaitu 1 gram, 3 gram, dan 5 gram.

Hingga tahun depan, lanjutnya, perusahaan menargetkan dapat menjual 1 ton-2 ton emas, atau berarti penjualan senilai Rp 750 miliar-Rp 1,5 triliun.

Terkait persaingan, John mengatakan perusahaan tidak terlalu memusingkan tentang harga, karena saat ini investor emas juga melihat beberapa faktor lain seperti likuiditas dan ketersediaan serta pengantaran yang aman.

Foto: Ist


"Betul, itu [likuiditas dan ketersediaan] merupakan salah satu tantangan kami," tambah John.

Selain itu, sertifikat yang disediakan perusahaan untuk setiap produknya saat ini sudah dilengkapi kode QR (dari kata respon cepat/quick response) yang dinilai lebih aman untuk mengecek keaslian barang.

Saat ini, dia mengatakan perusahaan akan lebih fokus pada distribusi dari jaringan (daring/online) yang lebih efisien biaya dibandingkan dengan distribusi di luar jaringan (luring/offline) yang lebih padat modal.

Untuk distribusi saat ini, Sampoerna Gold sudah memiliki dua distributor online yaitu e-Emas dan Orori. Emas PAMP dan emas Antam sudah tersedia lebih dulu pada aplikasi e-Emas, sedangkan Orori sudah menyediakan emas Waris bersama dengan emas Antam. Untuk gerai offline, perseroan masih menyiapkan jalur distribusinya.

Ke depannya, John mengatakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki keluarga Sampoerna tersebut berniat menjual Waris dengan cara cicilan. Saat ini, lanjutnya, perusahaan sedang mempelajari dan akan memproses kerjasama untuk memungkinkan rencana tersebut.


TIM RISET CNBC INDONESIA

 

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading