Harga Emas Dunia Menguat, Emas Antam Turun Rp 3.000/gram

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
07 October 2019 10:36
Harga Emas Dunia Menguat, Emas Antam Turun Rp 3.000/gram Foto: Ilustrasi Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp (0,39%) menjadi Rp 712.000 per gram pada perdagangan Sabtu pekan lalu (5/10/2019), dibandingkan Rp 715.000 per gram pada Jumat (4/10/19).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam Sabtu lalu, harga emas Antam ukuran 100 gram turun menjadi Rp 71,2 juta dari Rp 71,5 juta per batang di hari Jumat.

Sementara untuk hari ini, Senin (7/10/19) hingga pukul 10:00 WIB harga emas Antam belum diperbaharui.


Rekor tertinggi harga emas Antam kepingan 100 gram yang pernah dicapai adalah Rp 726.000 per gram pada awal September.





Harga emas global kemarin menjadi faktor utama penentuan harga emas Antam beserta faktor lain seperti nilai tukar rupiah, nilai tukar dolar AS, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam berada di Rp 684.000 per gram di hari Sabtu.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Pada perdagangan Jumat lalu, harga emas dunia mendapat tekananan setelah rilis data tenaga kerja AS. Meski demikian, emas berhasil menipiskan pelemahan hingga mengakhiri perdagangan dengan mendatar atau flat di level US$ 1504,35 per troy ons.

Sementara pagi ini, Senin, harga emas dunia kembali menguat, pada pukul 8:45 WIB, emas di US$ 1.508,10 per troy ons, menguat 0,25% di pasar spot, berdasarkan data Refinitiv.




Pada Jumat (4/10/11) lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan melaporkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,5% di bulan September dari bulan sebelumnya 3,7%. Level tersebut merupakan yang terendah dalam setengah abad atau tepatnya sejak Desember 1969.

Data tersebut terlihat bagus, tetapi jika melihat data tenaga kerja keseluruhan, masih terdapat cela. Penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll/NFP) hanya 136.000 orang, lebih rendah dari bulan sebelumnya 168.000 0rang.


Rata-rata upah per jam stagnan 0% month-on-month (MoM), sementara jika dilihat secara tahunan (year-on-year), rata-rata upah per jam tumbuh 2,9%, terlemah sejak Juli 2018.

Data yang bervariasi tersebut membuat harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat lalu. Seperti biasa, pergerakan harga emas di hari Jumat, akan mempengaruhi harga emas Antam di hari Sabtu.

Selain harga emas dunia, harga emas Antam juga dipengaruhi kurs rupiah terhadap dolar AS. Mata Uang Garuda berhasil mencatat pengautan tiga hari beruntun hingga Jumat lalu. Ketika harga emas dunia flat, dan rupiah menguat, maka harga emas dunia yang dibanderol dolar AS akan menjadi lebih murah, dampaknya harga emas Antam biasanya menurun.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.


TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading