Nyungsep! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 10.000/gram

Investment - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
12 July 2019 09:03
Nyungsep! Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 10.000/gram
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 10.000/gram pada perdagangan Jumat akhir pekan ini (12/7/2019).

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam Rp 701.000, turun dari harga Kamis kemarin Rp 711.000/gram.

Sementara ukuran 10 gram dijual pada harga Rp 6,58 juta, 50 gram Rp 32,64 juta dan 100 gram seharga Rp 65,2 juta.



Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.



Penurunan harga emas Antam sejalan dengan harga emas dunia yang melemah 1,07% ke level US$ 1.403,6 per troy ounce atau setara dengan Rp 635.225,86/gram. Koreksi harga emas ini dipicu oleh rilis data inflasi AS.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi yang dilihat dari Indeks Harga Produsen (Consumer Price Index/CPI) di bulan Juni tumbuh 0,1% month-on-month (MoM) , dan inflasi inti (yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi) tumbuh 0,3% MoM.


Rilis tersebut lebih tinggi dari prediksi di Reuters sebesar 0% untuk inflasi dan 0,2% untuk inflasi inti. Selain itu, pertumbuhan inflasi inti di bulan Juni juga menjadi yang tertinggi sejak Januari 2018.

Sementara jika dilihat secara tahunan atau year-on-year inflasi dan inflasi inti masing-masing tumbuh 1,6% dan 2,1%.

Namun, The Fed sebenarnya menggunakan inflasi berdasarkan Core Personal Consumption Expenditures (PCE) price index sebagai ukurannya, tetapi data tersebut baru akan dirilis pada 30 Juli nanti.

Inflasi PCE di bulan May tumbuh sebesar 1,6% year-on-year dan masih cukup jauh dari target The Fed sebesar 2%. Untuk tahun ini, The Fed mempredikssi inflasi PCE akan tumbuh 1,5%, yang berarti ke depannya kenaikan harga-harga diperkirakan akan melambat.

Data inflasi Kamis kemarin bisa memberikan gambaran rilis data inflasi PCE, sehingga memberikan dampak kejut yang cukup besar, dan membuat harga emas melemah.

Data inflasi ini melengkapi data tenaga kerja AS yang juga dirilis bagus pada Jumat (5/7/19) pekan lalu. Dua data ini merupakan salah satu kunci bagi The Fed untuk memutuskan apakah suku bunga akan dipangkas atau dipertahankan.

Cerita Kilau Bisnis Emas dari Pedagang
[Gambas:Video CNBC]

Jika inflasi semakin tinggi, tentunya menjadi bahan pertimbangan bagi Jerome Powell dkk di bank sentral AS, The Fed, untuk tidak agresif memangkas suku bunga.

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global, akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas.

Selain itu, logam mulia ini berdenominasi dolar, sehingga jika mata uang Paman Sam tersebut melemah harga emas akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, yang dapat meningkatkan permintaan emas. Pelemahan atau penguatan dolar AS belakangan terjadi akibat spekulasi suku bunga di AS.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading