Kilau Emas Bikin Silau, Investor Jangan Langsung Jual yah!

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
04 July 2019 17:42
Kilau Emas Bikin Silau, Investor Jangan Langsung Jual yah!
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor disarankan jangan langsung merealisasikan keuntungan investasinya di emas dan menata kembali portofolio investasinya di saat harga emas sedang tinggi seperti sekarang ini. 

Erlina Juwita, Perencana Keuangan dari One Shildt Financial, menilai investor jangan langsung menjual kepemilikannya, tetapi harus memperhatikan kenaikan harga emas yang menjadi isi portofolionya. 

Harga emas Antam dan emas di pasar spot global sedang berada di kisaran atas, bahkan harga emas Antam sudah mencapai level tertingginya sepanjang masa, Rp 665.000 per gram.  




Harga emas global sudah mencapai US$ 1.422 per troy ounce pekan lalu yang menjadi level tertinggi sejak awal 2013.  

Hari ini pun harga emas di pasar spot masih berada di atas level psikologis US$ 1.400 per troy ounce, khususnya sejak 24 Juni.  



Jika kenaikan membuat porsi emas dalam portofolio jadi berubah naik tinggi dari yang disarankan, yaitu sebesar 20%, Erlina menilai investor dapat menjual sebagian dari keuntungan tersebut. 

"Idealnya 20% bagi investor moderat [artinya bagi masyarakat umum yang masih muda dengan kelas ekonomi menengah ke atas] porsinya," ujar Erlina di studio CNBC Indonesia TV kemarin (4/7/19). 

Portofolio investasi dapat berupa emas dan investasi pasar modal seperti reksa dana, obligasi, dan saham.  

Dia juga mengingatkan bagi masyarakat yang belum memiliki emas sebagai salah satu portofolio investasinya untuk segera membeli instrumen tersebut. 

Terlebih, tuturnya, instrumen investasi logam mulia tersebut dapat dijadikan sebagai sarana lindung nilai (hedging) ketika instrumen keuangan lain sedang terkoreksi seiring dengan kondisi perekonomian global. 

Hal tersebut mengingat emas dianggap sebagai instrumen yang lebih aman dan diburu ketika kondisi dunia sedang bertambah suram, terutama emas Antam dan bukan emas perhiasan. 

Dia mengingatkan bahwa emas perhiasan memiliki biaya administrasi yang tinggi serta memiliki selisih harga jual-beli yang cukup lebar.  

Erlina juga mengingatkan bahwa berinvestasi emas saat ini sudah jauh lebih mudah dibanding dengan 5-10 tahun yang lalu. 

"Berinvestasi emas sudah dapat dilakukan dengan mencicil online dimulai dari Rp 5.000, atau dengan cara mencicil setiap Rp 1 juta untuk mendapatkan beberapa gram emas hingga mencapai minimal 1 kg." 

Saat ini, beberapa merchant e-commerce sudah bekerja sama dengan Pegadaian atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk memasarkan emas ritel Antam dengan berbagai kemudahan, salah satunya mencicil dengan besaran Rp 5.000. 

Selain itu, lanjutnya, masyarakat yang sudah berinvestasi emas dan yang ingin menunaikan kewajiban haji sudah dapat memanfaatkan fasilitas dari Pegadaian berupa pinjaman haji dengan menjadikan koin emas Antam sebagai jaminan awal.


TIM RISET CNBC INDONESIA




(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading