Mau Investasi? Kata Dilan, 'Iqro' Dulu

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
16 November 2018 16:47
Mau Investasi? Kata Dilan, 'Iqro' Dulu
Jakarta, CNBC Indonesia - "Makanya, cari pakai mata, jangan pakai mulut." Kalimat tadi merupakan kalimat yang paling kita sering dengar dari keluarga atau teman saat kita menggerutu tidak menemukan benda yang kita cari.

Hal yang sama juga berlaku pada investasi. Seperti contoh "Ibu, dimana kaos kaki ku ?" Maka Ibumu akan menjawab "Cari pakai mata, jangan pakai mulut"

Farah Dini Novita, Co-Founder Jouska Financial, mengatakan risiko utama dari sebuah investasi adalah kekurangan informasi.


"Penjual di toko online saja sering merasa kesal karena calon pembelinya malas membaca dan hanya bisa bertanya-tanya. Sama juga dengan investasi, jika kita malas membaca informasi yang sudah tersedia, maka kita akan kurang informasi, dan itu bisa menjadi risiko besar," ujarnya belum lama ini.

Karena itu, segala sesuatu tentang investasi yang ingin kita masuki atau yang sudah kita miliki harus kita pelajari lebih lanjut agar tidak salah langkah dalam berinvestasi.

Berikut empat rambu yang perlu dipelajari menurut Farah:

Identitas
Perusahaan atau manajemen perusahaan yang menjual produknya harus kita telusuri, terutama rekam jejaknya. Mencari hal yang baik sangat mudah tentang perusahaan, sehingga kita juga harus mencari faktor jelek (jika ada) dari perusahaan tersebut untuk menyiapkan diri kita nantinya di kemudian hari.

Pastikan bahwa lembaga ini memiliki izin, dan di sektor keuangan ada otoritas yang mengawasinya yaitu Otoritas Jasa Keuangan. Pastikan sebuah lembaga keuangan sudah tercatat di OJK. Namun, jangan juga mudah terlena dengan kata-kata "terdaftar dan diawasi OJK", karena bukan berarti investasi kita, termasuk untung dan ruginya akan dijamin OJK.

Kolateral dan Produk
Kita harus memahami jenis produk yang kita investasikan dan apa isinya, apakah surat berharga (efek) baik saham maupun obligasi, surat utang konvensional, atau benda berharga lain.

Pastikan dulu dan cari tahu hingga semua pertanyaan terjawab oleh marketing perusahaan tersebut atau setidaknya oleh call center mereka, baru putuskan tetap ingin berinvestasi atau tidak.

Kondisi keuangan
Jika kita ingin lebih jeli lagi, ada beberapa lembaga keuangan yang diawasi OJK mengumumkan kinerja keuangan mereka seperti perbankan dan asuransi. Sekuritas juga diwajibkan melaporkan kinerja keuangan mereka di website bursa efek.

Jika belum pahak benar tentang laporan keuangan, minimal pantau kinerja mereka untuk menambah pengetahuan tentang perusahaan tempat kita berinvestasi.

Tujuan
Pahami juga tujuan investasi kita, terutama untuk waktunya. Jangan dasarkan investasi pada target keuntungan, tetapi pada tenornya. Target investasi biasanya akan membuat Anda akan buta pada risiko yang juga akan serupa dengan potensi keuntungan yang bisa diraih.

Dalam memilih produk investasi di pasar keuangan dan pasar modal, Anda dapat melihatnya dari tiga jenis waktu (tenor).

1. Tenor pendek, 0 tahun-1 tahun.
Berinvestasi pada deposito berjangka di perbankan atau reksa dana pasar uang.

2. Tenor menengah, 1 tahun-3 tahun.
Obligasi ritel seperti obligasi negara ritel (ORI), sukuk ritel (Sukri), obligasi tabungan (Saving Bond Retail/SBR), atau sukuk tabungan (ST) dapat menjadi pilihan. Bisa juga berinvestasi pada reksa dana berbasis obligasi yaitu reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana terproteksi.

3. Tenor panjang, 3 tahun ke atas.
Bisa berinvestasi pada saham atau reksa dana saham.

Untuk itu, kembali pada IQRO (baca, dalam bahasa Arab) investasi Anda, atau baca dan pahami investasi Anda agar cuan dan tidak salah pilih.

Mau Investasi? Kata Dilan, 'Iqro' DuluFoto: infografis/Investasi? Iqro' dulu/Aristya Rahadian Krisabella
(irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading