Sikapi Kenaikan Suku Bunga AS, Harga Emas Antam Naik

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
27 September 2018 18:36
Sikapi Kenaikan Suku Bunga AS, Harga Emas Antam Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 1.000 menjadi Rp 614.380 per gram dari Rp 615.380 per gram kemarin. 

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia hari ini (27/9/18), harga tiap batang emas Antam ukuran 100 gram naik menjadi Rp 61,43 juta per batang dari harga kemarin Rp 61,53 juta per batang. 

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.


ProdukGramHarga per gram 27 Sep 18 (Rp)Harga per gram 26 Sep 18 (Rp)Selisih (%)
Emas Batangan1669,000670,000-0.15%
Emas Batangan2643,500644,500-0.16%
Emas Batangan3637,000638,000-0.16%
Emas Batangan5633,400634,400-0.16%
Emas Batangan10624,500625,500-0.16%
Emas Batangan25617,980619,020-0.17%
Emas Batangan50615,580616,580-0.16%
Emas Batangan100614,380615,380-0.16%
Emas Batangan250612,814613,822-0.16%
Emas Batangan500612,210613,218-0.16%
Harga beli kembali574,000574,0000.00%
Sumber: Logammulia
 Sumber: Logammulia  

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp 574.000 per gram, stagnan dari posisi harga buyback kemarin. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut. 

Untuk jenis lain, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar. 

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%. 

Penguatan harga emas ukuran kecil itu mengindikasikan adanya risiko investasi yang meningkat kemarin. Beberapa faktor yang memengaruhi risiko investasi emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga. 

Kemarin, pasar sedang diwarnai kekhawatiran adanya lonjakan risiko ketika suku bunga acuan Amerika Serikat dinaikkan tadi malam, sehingga kemungkinan menjadi perhatian utama penentu harga emas Logam Mulia (LM) tersebut. 

Kenaikan harga emas LM itu mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) lokal untuk masyarakat di dalam negeri. 

Saat ini, kondisi pasar keuangan dan investasi domestik juga belum bertenaga di tengah ancaman perang dagang yang masih menghantui. Namun, kenaikan suku bunga semalam mulai disikapi positif karena sudah diekspektasi pelaku pasar. 

Pasar spot valas menunjukkan penguatan tipis 0,03% menjadi Rp 14.895 per dolar AS, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,68% menjadi 5.913.

Pasar obligasi pemerintah juga menguat, ditandai dengan naiknya harga seri acuan 10 tahun yang menekan tingkat imbal hasilnya (yield) sebesar 2,5 basis poin (bps) menjadi 8,21%.   

TIM RISET CNBC INDONESIA (irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading