Ini Cara Menyusun Perencanaan Keuangan di Awal Tahun

Investment - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
08 January 2018 13:10
Ini Cara Menyusun Perencanaan Keuangan di Awal Tahun
  • Penyusunan rencana keuangan harus disesuaikan dengan profil resiko diri.
  • Utang jadi hal yang dihitung pertama kali dengan melunasi utang masyarakat bisa melihat potensi keuangan sendiri.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi kaum milenial merencanakan keuangan mungkin sebuah hal yang baru. Namun perencanaan keuangan merupakan sesuatu kebutuhan yang penting. Salah satu waktu yang paling tepat menyusun keuangan adalah di awal tahun.

Perencana Keuangan dari Freddy Pieloor mengatakan hal pertama yang harus dilakukan dalam merencanakan keuangan adalah menentukan posisi keuangan masing-masing. Hal ini untuk mengetahui profil resiko diri seperti utang, keuangan, usia, pendapatan per bulan dan kebutuhan pokok setiap bulannya.

“Merencanakan keuangan tidak harus tahunan, karena perjalanan keuangan itu bukan hanya setahun tetapi bulanan,” ujar Freddy.

Utang merupakan hal utama yang harus dihitung pertama kali dan disiasati dalam merencanakan keuangan di awal tahun ini, yaitu dengan memprioritaskan pelunasan hutang. Dengan melunasi hutang-hutang tersebut maka setiap orang dapat melihat potensi keuangan miliknya diluar hutang terkecuali untuk hutang seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) yang bisa mencapai 15 tahun.


“Misalnya hutang cicilan kartu kredit sebisa mungkin diselesaikan dahulu, kecuali kalau ada KPR 15 tahun itu juga disesuaikan tiap bulan pengeluarannya. Kalau kpr udah selesai kita bisa mengarahkan ke investasi jangka panjang”ujar Freddy.

Terkait investasi jangka panjang apakah yang bisa dilakukan, Freddy mengatakan hal tersebut tergantung dari setiap orang dan berbeda-beda.

“Setiap golongan masyarakat beda-beda, jadi arahkan dulu ini mau diapakan duitnya. Mungkin bagi suami istri yang sama-sama bekerja, gaji sang istri apabila KPR rumah yang pertama sudah lunas di umur 40 tahunan lebih baik investasi beli properti satu lagi untuk disewakan tiap bulan atau tahun sehingga ada pemasukan tambahan”ujarnya.

Untuk golongan masyarakat lainnya juga bisa mencoba investasi saham, reksadana saham maupun membeli logam mulia sedikit-sedikit seperti 10 hingga 25 gram. Dirinya juga mengatakan, proses investasi yang perlu dilakukan setelah adanya simpanan dalam keuangan masing-masing.

“Kita harus bedakan investasi itu kalau bisa dilakukan setelah kita menyelesaikan tahap saving (penyimpanan uang), sehingga saving tersebut merupakan dana-dana yang memang tidak digunakan sama sekali,” tambah Freddy.

Berikut adalah 8 skala priorotas yang harus dilakukan seseorang dari pendapatan bulannya.
  1.  Alokasikan untuk kegiatan sosial dan agama. Misalnya, bagi Muslim menyisihkan 2,5% pendapatan. Adapun kaum Nasrani 10% dari penghasilan.
  2. Sisihan pendapatan maksimum 10% hingga 30% untuk pelunasan utang. Beberapa utang yang bisa menggunakan dana ini adalah cicilan kredit, utang bentuk tunai dan lainnya.
  3. Menyisihkan maksimal 10% untuk proteksi. Dana ini untuk membeli asuransi untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
  4. 10% untuk edukasi. Dana ini untuk menyiapkan biaya pendidikan anak, pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan diri.
  5. Sisihkan 50% untuk kebutuhan pokok untuk rumah tangga.
  6. Berinvestasi dengan menyisihkan 10% hingga 20%. Investasi berguna untuk memiiki aset di masa mendatang.
  7. Biaya entertaiment dengan menyisihkan 5% dari pendapatan. Biaya ini untuk makan bersama keluarga, nonton film maupun berbelanja di pusat perbelanjaan.
  8. Jalan-jalan atau traveling dengan menyisihkan 5%.
(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading