CNBC Insight

Istri Eks Menkeu Jualan Nasi Bungkus Usai Suami Dicopot Presiden RI

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
17 September 2026 10:00
Ilustrasi nasi bungkus. (Istimewa)
Foto: Ilustrasi nasi bungkus. (Istimewa)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehidupan seorang pejabat setelah tak lagi memegang jabatan negara kerap menarik perhatian publik. Salah satu cerita menarik datang dari Menteri Keuangan RI ke-18 Mar'ie Muhammad, setelah dirinya diganti Presiden Soeharto pada 1998.

Tak lama setelah Mar'ie meninggalkan kursi Menteri Keuangan, sang istri, Ayu Resmiyati atau Etty Mar'ie Muhammad, menjalankan kegiatan sosial dengan cara yang sederhana. Ia berjualan nasi bungkus dengan harga sangat murah untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Sementara Mar'ie juga aktif membagi-bagikan nasi bungkus secara gratis.

Sebagai informasi, Mar'ie mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada 16 Maret 1998. Pergantian tersebut terjadi ketika Soeharto membentuk Kabinet Pembangunan VII dan menunjuk Fuad Bawazier sebagai Menteri Keuangan ke-19.

Pergantian itu mengakhiri perjalanan panjang Mar'ie di Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 1993, setelah sebelumnya puluhan tahun berkarier sebagai pegawai negeri.

"Kami juga mohon maaf jika dalam menjalankan tugas ini ada hal-hal yang tidak mengenakkan saudara-saudara," kata Mar'ie kepada koran Solopos (17 Maret 1998). 

Dalam autobiografi Mr. Clean Mar'ie Muhammad (2025), Mar'ie mengungkapkan setelah tidak lagi menjadi menteri dia bergabung bersama sejumlah teman dan pengusaha dalam Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI),

Dari tempat tersebut, Mar'ie ikut mengurus distribusi nasi bungkus untuk mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi di Senayan serta masyarakat yang kesulitan ekonomi.

"Setiap hari, kami menyiapkan seratus nasi bungkus, pernah sampai hampir seribu bungkus karena Bapak tidak pernah lupa pada orang-orang di sekitar kami, termasuk tukang bajaj di belakang kantor. Waktu itu, kan, semua orang sedang kesusahan." ungkap asisten pribadi Mar'ie.

Selain membagikan nasi secara gratis, keluarga Mar'ie juga menyediakan makanan dengan harga yang sangat murah. Pada akhir 1998, Etty melalui Yayasan Permata Sari membuka warung nasi bungkus di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), yang kini menjadi Universitas Negeri Jakarta.

Yayasan tersebut bergerak dalam kegiatan sosial dan diketuai oleh Etty. Warung nasi itu ditujukan untuk membantu mahasiswa yang terlilit masalah ekonomi setelah krisis. Satu bungkus nasi yang berisi ayam goreng, sayur, dan air mineral dijual hanya Rp1.000.

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan makanan di warung umum yang saat itu bisa mencapai Rp5.000. Total 150 bungkus nasi dijual setiap hari untuk membantu mahasiswa.

Selain aktif di membagikan nasi bungkus, Menkeu ke-18 itu turut juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan lain, seperti turut serta di PMI, kegiatan dakwah hingga mendirikan lembaga anti korupsi. Sampai akhirnya, kiprah Mar'ie Muhammad berakhir pada 11 Desember 2016 karena meninggal dunia.

(mfa)
Next Article Momen Mantan Menkeu Menangis Saat Perpisahan Usai Diganti Presiden RI


Most Popular
Features