Menteri Keuangan RI Ini Mengundurkan Diri karena Sakit
Jakarta, CNBC Indonesia - Membuka lembaran sejarah, ternyata ada sosok Menteri Keuangan Indonesia yang jatuh sakit hingga harus mengundurkan diri karena tak lagi kuat secara fisik untuk menjalankan tugasnya.
Peristiwa itu terjadi di awal berdirinya Republik Indonesia. Sosok yang dimaksud adalah Menteri Keuangan pertama RI, Samsi Sastrawidagda.
Samsi mengundurkan diri pada 26 September 1945. Alias hanya sekitar dua minggu setelah menjabat sejak awal September. Keputusan itu diambil karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk di tengah situasi negara yang masih sangat rapuh secara ekonomi.
Saat itu, Indonesia baru saja merdeka tanpa sistem keuangan yang jelas. Belum ada anggaran negara, belum ada perencanaan fiskal, sementara kebutuhan pembiayaan pemerintahan sangat mendesak. Praktis, Menteri Keuangan harus bekerja dari nol untuk membangun fondasi keuangan negara.
Mengutip riset Beyond Political Skin: Colonial to National Economies in Indonesia and Vietnam (2016), di tengah kondisi genting tersebut, Samsi sempat melakukan langkah krusial yang berdampak besar bagi republik muda. Dia berhasil mengamankan dana milik pemerintah Hindia Belanda yang sempat disita dan tersimpan di bank Jepang.
Berkat kedekatannya dengan pejabat Jepang, Samsi membujuk agar dana tersebut diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Uang itu kemudian dimasukkan ke kas negara dan menjadi salah satu modal awal pembiayaan republik.
Namun, kiprah penting itu tidak berlangsung lama.
Kondisi kesehatan Samsi terus menurun hingga membatasi aktivitasnya. Dia bahkan tidak sempat berkantor di Jakarta dan lebih banyak bekerja dari rumah agar tidak memperparah penyakitnya. Dalam situasi seperti itu, tugas berat sebagai bendahara negara jelas sulit dijalankan secara optimal. Hingga mengundurkan diri pada September 1945.
Masalah kesehatan yang dialaminya sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum Indonesia merdeka, Samsi sudah beberapa kali diberitakan jatuh sakit.
Pada 1928, misalnya, koran Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië (28 September 1928) mengungkap, dia sempat dirawat di rumah sakit di Cimahi karena kelelahan setelah aktif dalam kegiatan organisasi dan pendirian lembaga keuangan. Namun, ada pula pemberitaan lain, seperti Bataviaasch nieuwsblad (28 September 1928) yang menyebut dia mengalami gangguan mental, meski tidak pernah ada konfirmasi pasti terkait kondisi tersebut.
Yang jelas, isu kesehatan telah lama melekat pada dirinya dan akhirnya menjadi faktor utama di balik keputusan mundur dari jabatan Menteri Keuangan.
Padahal, Samsi bukan sosok sembarangan. Menurut koran Het Vaderland (18 November 1925), dia termasuk sedikit orang Indonesia pada masanya yang berhasil meraih gelar doktor di bidang ilmu perdagangan dari Rotterdam, Belanda. Kariernya di bidang keuangan juga terbangun sejak era pendudukan Jepang, saat dia menjabat di Departemen Keuangan bentukan pemerintah militer Jepang di Surabaya.
Pengalaman itulah yang kemudian membawanya dipercaya mengisi posisi strategis sebagai Menteri Keuangan pertama setelah kemerdekaan.
Setelah pengunduran dirinya, posisi Menteri Keuangan kemudian dilanjutkan oleh A. A. Maramis.
(mfa) Add
source on Google