CNBC Insight

Radar Kapal Perang AS Mendadak Eror, Jutaan Orang Tewas Terbunuh

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
22 April 2026 14:30
Kapal Perang USS MADDOX. (Dok. MADDOX.org)
Foto: Kapal Perang USS MADDOX. (Dok. MADDOX.org)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kesalahan pembacaan radar di tengah laut ternyata pernah menjadi pemicu awal konflik besar yang menelan jutaan korban jiwa di tetangga RI. Peristiwa ini terjadi pada 1964, saat kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Maddox, berpatroli di Teluk Tonkin, Vietnam.

Kala itu, Vietnam terbelah dua, Vietnam Utara yang komunis dan Vietnam Selatan yang pro-Barat. AS yang khawatir komunisme bakal meluas di Asia Tenggara melakukan patroli diam-diam dengan menempatkan kapal perang di Teluk Tonkin.

Sayang, patroli tersebut tak berjalan mulus. Pada 2 Agustus 1964, patroli USS Maddox diketahui oleh kapal patroli Vietnam Utara. Kontak bersenjata pun terjadi, tetapi tidak sampai menimbulkan korban. 

Situasi ini membuat AS meningkatkan kewaspadaan.

Puncaknya terjadi pada malam 4 Agustus 1964. Di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi, radar dan sonar kapal perang menangkap sinyal tak biasa. Di layar radar, terdapat titik putih bergerak cepat yang mengisyaratkan keberadaan kapal asing dan serangan torpedo mendekati USS Maddox. 

Sebagaimana diceritakan buku America, the Vietnam War, and the World (2003), dalam kondisi penuh tekanan dan tanpa konfirmasi visual yang jelas, Maddox bersama kapal pendampingnya langsung bermanuver agresif. Tembakan langsung dilepaskan ke arah target yang hanya terlihat di layar radar.

Mereka berasumsi ada musuh di depan mata, meski berjam-jam tak ada respons. Ironisnya, asumsi itu justru diterjemahkan sebagai tanda bahwa musuh telah kalah.

Saat matahari terbit, laporan kapal AS diserang di Vietnam segera dikirim ke Washington. Pemerintahan Presiden Lyndon B. Johnson (1963-1969) pun merespons cepat. Serangan tersebut dianggap sebagai agresi tanpa alasan dari Vietnam Utara di perairan internasional.

Tak lama kemudian, pemerintah AS mengajukan Resolusi Teluk Tonkin ke Kongres. Pada 7 Agustus 1964, resolusi itu disahkan dan memberi kewenangan luas kepada presiden untuk menggunakan kekuatan militer di Asia Tenggara.

Dari sinilah eskalasi besar dimulai.

AS kemudian mengerahkan kekuatan militernya secara masif ke Vietnam, termasuk pengeboman dalam skala besar. Konflik tersebut berkembang menjadi Perang Vietnam, salah satu perang paling panjang dan kontroversial dalam sejarah modern. Menurut situs Britannica, tercatat ada 2-3 juta orang meninggal akibat invasi AS di Vietnam.

Namun, belakangan terungkap jutaan orang yang tewas dan kerusakan akibat perang, disebabkan oleh kesalahan pada sistem radar kapal perang AS. Ternyata, pada malam 4 Agustus tersebut, serangan musuh tidak pernah terjadi. Sinyal yang ditangkap radar diduga dari cuaca buruk dan gelombang laut.

"Tidak ada serangan kedua terhadap kapal Angkatan Laut AS di Teluk Tonkin pada awal Agustus 1964. Lebih jauh, bukti menunjukkan adanya upaya yang mengkhawatirkan dan disengaja oleh Menteri Pertahanan McNamara untuk memelintir bukti dan menyesatkan Kongres," ungkap laporan rahasia yang baru diungkap ke publik 40 tahun kemudian, dikutip situs U.S Naval Institute. 

Akibat dorongan segelintir pihak, narasi AS diserang Vietnam tetap digunakan dan menjadi pintu masuk keterlibatan militer lebih luas. Tercatat perang berlangsung selama lebih dari satu dekade dan menewaskan jutaan orang yang sebagian warga sipil. 

Presiden AS Lyndon B. Johnson pun mengakui kesalahan tersebut.

"Sialan, para pelaut bodoh itu ternyata cuma menembak ikan terbang!" ungkap Johnson.

Pada akhirnya, setelah memulai perang berdasarkan kesalahan radar, AS harus menelan kekalahan juga. Pada 30 April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil merebut ibu kota Vietnam Selatan, Saigon, yang menandai kemenangan komunis. Demi tak tampak kalah, AS membangun citra diri sebagai pemenang lewat film, seperti Rambo. 

(mfa/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Nuklir 'Rusia' Terdeteksi Mendekat, AS Siagakan Militer Siap Perang


Most Popular
Features