CNBC Insight

Berita Tsunami 16 Meter Dikira April Mop, Maut Renggut Nyawa 165 Orang

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
01 April 2026 11:20
Penampakan tsunami yang menerjang Hawaii pada 1 April 1946. (Istimewa/Pacific Tsunami Museum, Rebecca Lyman Enskine Collection)
Foto: Penampakan tsunami yang menerjang Hawaii pada 1 April 1946. (Istimewa/Pacific Tsunami Museum, Rebecca Lyman Enskine Collection)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jangan pernah menganggap kabar bencana pada 1 April sebagai April Mop alias candaan. Sebab, peristiwa memilukan ini pernah benar-benar terjadi tepat 80 tahun lalu, ketika peringatan tsunami yang muncul pada 1 April 1946 justru dianggap lelucon oleh warga.

Saat itu, banyak orang tidak segera mengungsi karena mengira kabar tersebut hanyalah candaan tahunan. Kesalahan fatal ini kemudian berujung petaka, yakni 165 orang tewas.

Bencana bermula dari gempa dahsyat berkekuatan M8,6 yang mengguncang Kepulauan Aleutian, Alaska, pada dini hari 1 April 1946. Menurut riset Source of the great tsunami of 1 April 1946: a landslide in the upper Aleutian forearc (2004), gempa dipicu pergerakan zona subduksi ketika Lempeng Pasifik menunjam ke bawah Lempeng Amerika Utara.

Pergerakan ini memicu longsoran bawah laut yang kemudian melahirkan tsunami besar di titik gempa setinggi 42 meter hanya beberapa menit setelahnya.

Meski pusat gempa berada sekitar 3.700 kilometer dari Hawaii, getarannya tetap terasa hingga kepulauan tersebut. Namun, karena saat itu belum ada sistem peringatan tsunami modern, banyak warga Hawaii menganggap getaran tersebut biasa saja. Apalagi guncangan terjadi pada malam hari dan hanya berlangsung sesaat.

Selang 4-5 jam kemudian, tanda bahaya tsunami mulai terlihat jelas. Air laut di pesisir tiba-tiba surut drastis. Pemerintah lokal kemudian mengeluarkan peringatan dini dan meminta warga segera mengungsi.

Sayangnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan April Mop membuat banyak orang tidak percaya. Sebagian warga menganggap peringatan itu sekadar candaan, terlebih disampaikan saat dini hari ketika banyak orang masih terlelap.

Namun, kesadaran datang terlambat. Gelombang setinggi 16 meter akhirnya menghantam pesisir Hawaii dan meluluhlantakkan kota-kota di sekitarnya. Di Hawaii saja, 159 orang tewas tergulung tsunami dan ratusan lainnya luka-luka. Sementara di luar Hawaii, tercatat lima orang meninggal di Alaska, satu di California, dan dua lainnya di Marquesas. Jadi, total korban tewas mencapai 165 orang.

Besarnya korban dan kerusakan menjadi titik balik penting dalam sejarah mitigasi bencana. Dua tahun setelah tragedi tersebut, AS membentuk sistem peringatan tsunami pertama di Pasifik yang kemudian berkembang menjadi Pacific Tsunami Warning System. Sistem ini kini menjadi acuan dunia dalam mendeteksi ancaman tsunami lintas samudra.

Penampakan tsunami yang menerjang Hawaii pada 1 April 1946. (Istimewa/Pacific Tsunami Museum, Rebecca Lyman Enskine Collection)Foto: Penampakan tsunami yang menerjang Hawaii pada 1 April 1946. (Istimewa/Pacific Tsunami Museum, Rebecca Lyman Enskine Collection)
Penampakan tsunami yang menerjang Hawaii pada 1 April 1946. (Istimewa/Pacific Tsunami Museum, Rebecca Lyman Enskine Collection)

(mfa/mfa) Add as a preferred
source on Google
Next Article Gempa Dahsyat Guncang Bandung, Jalan Terbelah-KA Nyaris Masuk Jurang


Most Popular
Features