Dari Es Buah Jadi Laundry Express, UMKM Ini Naik Kelas Berkat KUR BRI

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 22/01/2026 13:43 WIB
Foto: Dok BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang usaha sekecil apa pun bisa membuahkan hasil bila dijalani dengan tekad dan kerja keras. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Sari Handayani Daulay (39), pelaku usaha wanita asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara.

Perjalanan bisnis Sari dimulai pada 2015. Dia memulai usaha sederhana dengan membuat es buah dan menjualnya keliling kampung maupun menitipkannya di kedai-kedai kecil sekitar wilayah Karo. Dari usaha sederhana tersebut, Sari mulai melihat peluang lain yaitu jualan mainan anak yang saat itu belum tersedia di daerahnya.

"Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga," ungkap Sari dikutip dari keterangannya, Kamis (22/1/2026).


Namun, peluang baru itu tidak datang tanpa tantangan. Salah satunya kewajiban memenuhi minimal pengambilan barang agar mendapatkan harga lebih murah dari distributor. Kesulitan modal sempat menghambat pertumbuhan usahanya.

Kesulitan itu perlahan teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan itulah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

"Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba," imbuhnya.

Proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberi pinjaman sebesar Rp5 juta, yang kemudian setelah pelunasan meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua. Dana ini langsung digunakan Sari untuk memperluas usaha, mulai dari merekrut pegawai hingga merintis peluang usaha lain.

Saat pandemi COVID-19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru di masyarakat yaitu pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari sinilah lahir bimbingan belajar yang dia dirikan sendiri. Sari juga mengembangkan usaha laundry express, yang didukung pinjaman BRI sebesar Rp100 juta pada 2023.

Kini, roda usaha Sari bergerak semakin stabil. Usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang semakin ramai pelanggan.

"KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3-4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya nggak bisa muter, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha nggak merasa berat," jelasnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif. Pembiayaan KUR memberikan dampak terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

"Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas," imbuhnya.

Dia menambahkan, KUR BRI bukan hanya instrumen pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya.

Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur. Penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49% dari total penyaluran KUR BRI.

Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp 80,09 triliun atau setara 44,97%, dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan. Capaian ini merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil.


(rah/rah)