Bocah Ini Sudah Jadi Raja Umur 9 Tahun, Punya 10 Istri & 350 Gundik

MFakhriansyah, CNBC Indonesia
Minggu, 18/01/2026 10:45 WIB
Foto: Maharaja Sir Bhupinder Singh of Patiala. (Dok. University of nottingham)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maharaja Bhupinder Singh dikenal setelah naik tahta di Patiala, India pada usia 9 tahun. Bukan hanya karena kekuasaannya, namun gaya hidupnya.

Dia menjadi simbol kemewahan dan keagungan. Gaya hidupnya juga dikenal dengan limpahan harta dan koleksi barang mewahnya.

Salah satunya adalah koleksi 44 mobil Rolls Royce dan perhiasan eksklusif. Belum lagi salah satu rompi yang dikenakannya memiliki 1.0001 berlian biru dan putih sekali setahun di hadapan istana.


Selera makannya juga dikenal sangat mewah. Dia menghabiskan 40-50 burung puyuh tanpa tulang dalam sekali makan dan sup dari kaldu 24 ekor burung snipe.

Selain itu, dia juga tumbuh besar dengan minatnya pada olahraga, khususnya kriket dan polo. Dia diketahui membangun Chail View Palace, lapangan kriket tertinggi dunia, serta lapangan polo khusus timnya Patiala Tigers.

Kandangnya berisi 500 kuda polo, yang menjadi bukti kecintaannya pada olahraga.

Bukan hanya soal gaya hidup mewahnya, dia juga dikenal dikelilingi banyak wanita. Bhupinder Singh diketahui memiliki 10 orang istri dan harem sebanyak 350 selir atau gundik.

Dari hasil hubungannnya, dia memiliki turunan sebanyak 88 anak. Hanya 52 anak yang bertahan hingga dewasa.

Selain gaya hidupnya yang Bhupinder Singh juga memiliki peranan di Perang Dunia I. Di sana dia mengantongi pangkat Letnan Jenderal Kehormatan.

Gaya hidup ini membuatnya sangat dikenal di India hingga Eropa. Dia diceritakan memiliki nafsu besar pada kemewahan dan penguasan yang hidup tanpa batas.

Pengeluaran berlebihannya juga kerap dikritik. Pada 1928, dia pernah disorot karena memesan kalung festoon dari platinum Cartier yang dihiasi permata bernilai mahal, termasuk berlian De Beers seberat 234 karat.

Sementara itu pengaruhnya ternyata tetap abadi. Baik warisan budaya dan olahraga terus dirayakan.

Bhupinder Singh ternyata menjadi simbol dari era yang penuh kemewahan, kekuasaan dan perubahan.

"Kehidupan Bhupinder Singh adalah cerminan dari zamannya - penuh dengan kemewahan, kekuasaan, dan kontradiksi," kata seorang sejarawan. "Dia adalah sosok yang tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga meninggalkan warisan yang masih dirasakan hingga hari ini."

Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(pgr/pgr)