Ibu Tien Didatangi Sosok Ngaku Anak Soeharto, Malam-Malam Malah Kabur
Jakarta, CNBC Indonesia - Demi alasan keamanan, akses terhadap pejabat negara dikenal sangat ketat. Namun, dalam situasi tertentu, celah tetap bisa muncul. Salah satunya terjadi pada 1965 melibatkan Panglima Kostrad Soeharto, yang kelak menjadi Presiden ke-2 Republik Indonesia.
Pada suatu hari istri Soeharto, Siti Hartinah atau Ibu Tien, yang tengah diliputi rasa waswas akibat situasi keamanan yang belum stabil, menerima kabar tak biasa. Disebutkan, ada seorang perempuan muda yang mengaku sebagai anak Soeharto. Perempuan tersebut dilaporkan sedang menunggu di rumah ketua MPR Chaerul Saleh.
Mendapat informasi tersebut, Ibu Tien memutuskan untuk datang langsung. Pada saat itu, dia dan Soeharto telah memiliki tujuh orang anak. Pengakuan tersebut tetap ditanggapi dengan kehati-hatian, mengingat kemungkinan adanya anak dari hubungan yang tidak diketahui ataupun sekadar pengakuan palsu.
Disampaikan dalam autobiografi berjudul Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia (1992), Tien langsung berangkat ke kediaman Saleh di Jl. Teukur Umar, Jakarta dengan memakai jaket tentara dan pengawalan ajudan. Ketika tiba, perempuan muda itu diketahui datang ditemani seorang anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).
Ibu Tien kemudian membawa perempuan tersebut ke rumahnya. Di sana, dilakukan tanya jawab singkat untuk memastikan identitas dan maksud kedatangannya. Dari proses tersebut, muncul keraguan. Jawaban-jawaban yang disampaikan dinilai tidak selaras, sementara secara fisik pun tidak tampak kemiripan dengan Soeharto.
"Saya jadi yakin ini bukan anak Pak Harto," ungkap Ibu Tien.
Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap barang bawaan perempuan tersebut. Di dalam koper yang dibawa dan digeledah, ditemukan sebuah gitar serta sebungkus bubuk yang tampak seperti pembasmi tikus. Temuan ini semakin menambah kewaspadaan dalam menangani situasi tersebut.
Karena hari telah larut dan perempuan itu terlihat kelelahan, dia diminta beristirahat di sebuah kamar. Demi alasan keamanan, kamar tersebut dikunci dari luar. Setelah itu, Ibu Tien melaporkan kejadian tersebut kepada Soeharto di Markas Kostrad. Arahan yang diterima saat itu adalah agar perempuan tersebut dibawa ke Kostrad keesokan harinya.
Namun, rencana itu tak pernah terlaksana. Pada pagi hari, ketika kamar dibuka, perempuan tersebut sudah tidak berada di tempat. Dia diketahui melarikan diri melalui jendela dengan memanfaatkan kain gorden. Kejadian itu berlangsung tanpa diketahui lantaran tidak disadari jendela kamar tersebut memungkinkan untuk digunakan sebagai jalur keluar.
Sejak saat itu, tidak ada lagi informasi mengenai perempuan yang mengaku sebagai anak Soeharto tersebut. Identitas, latar belakang, maupun tujuan kedatangannya tidak pernah terungkap secara jelas.
Ibu Tien menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar pengakuan palsu biasa.
"Jelas dia bermaksud jahat. Mungkin direncanakan oleh unsur Gerakan 30 September untuk melenyapkan Panglima Kostrad dengan racun tikus yang dibawanya," ujar Ibu Tien.
(mfa/mfa)