Dear Entrepreneur, Jangan Bikin Bisnis Sekadar Ikuti Hobi Ya

Entrepreneur - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
10 October 2022 10:25
Pahlawan Digital UMKM 2022. Ist Foto: Pahlawan Digital UMKM 2022 (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong agar sebanyak mungkin UMKM bisa terhubung dengan ekosistem digital. Masalahnya, di tengah persaingan tajam di dalam pasar digital, pelaku UMKM harus memastikan produknya unggul.

Lalu, bagaimana cara memastikan produk UMKM kita lebih unggul dari kompetitor sehingga menjadi pilihan konsumen? Pertanyaan tersebut banyak disampaikan dalam acara Pahlawan Digital UMKM Roadshow yang diselenggarakan di Universitas Garut dan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 5 dan 6 Oktober 2022.



Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut Sukma Nugraha serta Wakil Rektor Universitas Siliwangi Asep Suryana Abdurrahmat.

Adapun selain bertujuan untuk membangun literasi digital bagi para enterpreneur muda di kampus, acara ini juga dimaksudkan untuk menyosialiasikan program Pahlawan Digital UMKM yang saat ini sedang berjalan.

Acara bertajuk "Pahlawan Digital UMKM Roadshow: Bagaimana Produk UMKM Kita unggul di Digital" itu dihadiri CEO Titipku Henri Suhardja yang memberi materi dan berbagi pengalaman kepada ratusan mahasiswa di dua kampus tersebut.

Titipku merupakan platform marketplace yang fokus menghubungkan pedagang di pasar dengan konsumennya secara online. Saat ini, Titipku sudah melayani sekitar 150 pasar tradisional di wilayah Jabodetabek dan ada sekitar 8.000 pedagang pasar yang bergabung dengan mereka.

Menurut Henri, kunci agar pelaku UMKM bisa unggul di dunia digital bukan hanya persoalan kualitas dan promosi produk, tetapi juga bagaimana membangun value, tim, dan ekosistem yang tepat untuk bisnis yang dijalankan.

Henri pun memberikan beberapa tips kunci kepada para mahasiswa yang umumnya tengah merintis bisnis UMKM.

Pertama, ketika akan memulai bisnis, pelaku UMKM harus menentukan value, produk market, fit, dan timing yang tepat. Jadi, para entrepreneur jangan hanya berpikir mencari keuntungan semata, tetapi produknya juga harus bermanfaat dan memberi solusi atas permasalahan yang dialami konsumen.

Kedua, waktu yang tepat untuk memulai bisnis juga sangat penting.

"Jangan sampai kita punya modal besar, produk bagus, tapi sudah ketinggalan dengan produk serupa yang sudah hadir di masyarakat," ujar Henri.

Ketiga, pilihlah mitra dan tim yang tepat, terutama dalam memilih komposisi founder atau rekan pemilik usaha. Menurut Henri, kunci utama dalam memilih rekan founder usaha adalah harus yang memiliki visi dan nilai yang sama, tetapi berbeda kompetensi sehingga bisa melengkapi satu sama lain.

Keempat, pelaku usaha juga harus membangun ekosistem untuk bisa berhasil di ekosistem digital.

"Tidak hanya seperti dulu, kita buat produk, kemudian jual, lalu selesai. Sekarang kita harus bisa membangun basis pelanggan yang loyal, termasuk komunitasnya. Misalnya, Titipku selain punya pelanggan, juga membina komunitas pedagang pasar, lalu para kurir pengantarnya. Jadi tidak hanya menjual produk tapi juga membangun komunitas," kata Henri.

Kemudian, ada satu pemikiran yang selama ini dianggap salah kaprah oleh Henri, yakni pemikiran bahwa berbisnis sesuai hobi. Sebaliknya, menurut dia, entrepreneur sebaiknya tidak berbisnis hanya karena bisnis itu sesuai hobi atau kesenangan.

Selama ini banyak pebisnis yang gagal karena sekadar mengikuti hobi. Sebab, hobi berbeda dengan bisnis. Hobi adalah kesenangan, sedangkan bisnis adalah tanggung jawab di mana pelaku usaha harus memikirkan operasional, keuangan, sampai berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Bayangkan sesuatu yang harusnya kita lakukan sesekali, harus kita lakukan setiap saat, setiap hari, ditambah dengan kewajiban operasional lain. Banyak orang jadi stres karena ini," kata Henri.

Dalam acara tersebut, Henri mengajak sebanyak mungkin anak muda untuk memulai jadi entrepreneur. Dengan terus menjalin jejaring dengan banyak kalangan dan memilih mentor pendamping yang tepat, mahasiswa yang ingin memulai bisnis bisa merintis usahanya dengan baik.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading