CNBC Insight

Raja Sawit RI: Anthony Salim Bermain Sawit, Lahirlah Bimoli!

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
18 March 2022 16:35
Cover Insight, Raja Sawit: Sejarah Anthony Salim bermain Sawit

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang mengenal Liem Hong Sien alias Anthony Salim sebagai pengusaha yang merupakan anak dari Liem Sioe Liong alias Sudono Salim sang legenda dari Salim Group.

Majalah Forbes tahun 2020 menyebut Anthony berada di urutan keempat dalam jajaran 50 Orang Terkaya Indonesia dengan kekayaan US$ 5,9 miliar dollar AS. Di tahun 2021 Anthony hilang dari daftar orang terkaya Indonesia. 

Kendaraan bisnis Anthony Salim yang paling dikenal orang adalah Indofood Sukses Makmur yang memproduksi mi instan seperti Indomie. Selain itu, Anthony Salim punya Indofood Agri Resources Ltd yang menjalankan sektor agribisnisnya. Salim Group, yang kini dipimpinnya, dalam dunia kelapa sawit ikut membawahi PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang memproduksi minyak goreng Bimoli yang tersohor di pasar.


"Hubungan pertama Salim Group dengan kelapa sawit adalah dengan Sukanto Tanoto, seorang pengusaha muda yang agresif," tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Long dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016:306). Salim Group mula-mula memasuki PT Inti Indo Sawit Sejati, perusahaan sawit Sukanto.

Anthony merasa Sukanto Tanoto adalah orang yang mengajarinya banyak hal tentang kelapa sawit. Selain dengan Tanoto, keluarga Salim juga berhubungan dengan Eka Tjipta Widjaja dari kelompok Sinar Mas untuk urusan kelapa sawit. Eka Tjipta dan keluarga Salim selama delapan tahun mengelola PT Sinar Mas Inti Perkasa.

Menantu Eka Tjipta, Rudy Maeloa, yang dianggap paham sawit ikut serta di dalamnya. Selama Rudy berada dekat Liem Sioe Liong semua aman, namun setelah Rudy meninggal keadaan berbeda. Kongsi antara Salim Group dan Sinar Mas Group pun pecah di Sinar Mas Inti Perkasa. Perkebunan sawit dibagi.

Mereka yang semula memproduksi Bimoli, Kunci Mas dan Filma, akhirnya harus berbagi merek, Sinar Mas bawa Filma dan Kunci Mas sementara Salim bawa Bimoli yang sejarahnya dibangun Eka Tjipta. Meski pecah di Sinar Mas Inti Perkasa, di perusahaan lain kerjasama dua pihak itu jalan terus.

Baik Sinar Mas dan Salim Group dianggap penguasa bisnis sawit dan CPO di era orde baru. "Salim tidak pernah menjadi nomor satu di kalangan pemain kelapa sawit, tetapi inilah bidang yang dijadikan sasaran kelompok (Salim) tersebut selepas kejatuhan Soeharto," tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Dua pemain sawit milik Group Salim PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) beberapa tahun terakhir ini mencetak banyak untung. Laba bersih LSIP meningkat hingga 445% menjadi Rp 501,22 miliar pada akhir Juni 2021, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 91,99 miliar. Sementara itu, Salim Ivomas mencatat laba bersih sebesar Rp 219,00 miliar pada paruh pertama tahun 2021.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading