CNBC Insight

Raja Properti RI: Aguan, Sang Penjaga Gudang & Sembilan Naga!

Entrepreneur - Petrik, CNBC Indonesia
21 March 2022 11:45
cover insight, Agung Sedayu

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini, Agung Sedayu Group adalah salah satu raja properti terbesar Indonesia. Proyek-proyek yang banyak dilakukan Agung Sedayu cukup berjasa dalam meningkatkan kemegahan ibukota Jakarta. Selain itu, Agung Sedayu Group juga beroperasi ke Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang menyangga Jakarta dan lainnya.

 

Untuk perkembangan kota Jakarta, Agung Sedayu telah membangun hotel, mall, pergudangan, apartemen dan perumahan yang bukan main banyaknya dalam kurun waktu lima dekade. Sejarah Agung Sedayu Group, terkait dengan Guo Zaiyuan alias Sugianto Kusuma alias A Guan.


 

A Guan, disebut Sri Bintang Pamungkas dalam Ganti Rezim Ganti Sistim (2014:369) sebagai sosok yang mungkin adalah Naga Kedua dari Sembilan Naga. Leo Suryadinata dalam Prominent Indonesian Chinese Biographical Sketches (2015:108) menyebut A Guan yang kelahiran Sumatra 1951 adalah generasi kedua dari keluarga perantauan Tionghoa.

 

A Guan pernah sekolah di sekolah menengah Tionghoa Jugang Zhongxue di Palembang. Ketika masih belasan tahun sekolah A Guan berantakan dan bandel. Adi Putera Widjaja dalam 9 Jalan Pengusaha Kisah dan Inspirasi Pengusaha Tangguh Indonesia (2013:156) menyebut pada 1965 dia merantau ke Jakarta.

 

Mula-mula A Guan menjadi penjaga gudang dan juru bersih sebuah kantor perusahaan impor, sebelum dia dipercaya memegang keuangan di perusahaan itu. Suatu hari, dia berkenalan dengan seorang pemborong bangunan. Ketika si kawan pemborong ini tak punya uang setelah kalah judi, A Guan memberinya modal untuk membangun ruko dengan sistem bagi hasil.

 

Perkawanan dengan si kawan itu membuat A Guan belajar bisnis bangunan. Hingga pada 1971 dia akhirnya memulai bisnisnya sendiri pada bidang konstruksi. Tahun-tahun awal orde baru itu adalah tahun mulai bangkitnya perekonomian dan dunia bisnis Indonesia. Tahun 1971 itu lalu dianggap sebagai tahun permulaan dari Agung Sedayu Group. Dia memulainya dari proyek yang tidak begitu besar dan sohor.

 

"Agung Sedayu Group miliknya berhasil membangun megamall Harco Mangga Dua di Jakarta. Ia kemudian bekerja sama dengan Tomy Winata dalam membangun mega proyek real estate lainnya," tulis Leo Suryadinata. Baik Tomy dan A Guan kemudian sama-sama besar. Baik di era orde baru maupun sesudahnya.

Tomy dan A Guan sudah seperti saudara sedarah dan tergolong kuat dalam bisnis properti. Proyek-proyek Agung Sedayu Group yang terkenal di antaranya di Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Senayan, Taman Anggrek dan lainnya. Nama Agung Sedayu Group kemudian menjadi nama besar dalam dunia real estate Indonesia.

Setelah Agung Sedayu membesar, A Guan seperti kebanyakan orang kaya lainnya, menggelontorkan uang dalam kegiatan sosial. A Guan dan istrinya Lin Liping, disebut Leo Suryadinata telah berkontribusi besar membantu masyarakat miskin di Jakarta. A Guan terkait dengan Yayasan Budha Tsu Chi, yang bangunannya megah di Pantai Indah Kapuk. Dia anggota di sana sejak Maret 2002 bersama istrinya. 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading