CNBC Insight

Merek Asal Jerman yang Merajalela Setelah Kalah Perang Dunia

Entrepreneur - Petrik M, CNBC Indonesia
16 February 2022 11:25
The logo of the Volkswagen is pictured during a ceremony marking the end of production of VW Beetle cars, at company's assembly plant in Puebla, Mexico, July 10, 2019. REUTERS/Imelda Medina

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Dunia II membawa kehancuran besar pada negara yang mengalami kekalahan, seperti yang terjadi di Jerman.

Jerman sendiri tidak kalah hancurnya pada 1945. Setelah dikalahkan, industri Jerman tidak dimatikan, melainkan dibiarkan hidup. Faktanya, industri lawas Jerman, dengan mereknya yang sampai hari ini masih eksis di seluruh dunia, banyak yang dilibatkan Adolf Hitler dalam Perang Dunia II.

Para industrialis itu sulit untuk melawan Hitler. Termasuk Dassler bersaudara, anak Christoph Dassler. Adolf Dassler (1900-1978) alias Adi dan Rudolf Dassler (1898-1974) alias Rudi mau tak mau terlibat Perang Dunia II dan Perang Dunia I sebagai perang Jerman. Apalagi mereka anggota NAZI. 


Mereka merasakan kepahitan jadi orang kalah. Setelah Perang Dunia I mereka bangkit dan menjadi pembuat sepatu yang cukup berkembang. "Selama Perang Dunia II pabrik sepatu Dassler diperintahkan menghasilkan sepatu bot militer untuk Tentara Jerman," tulis Tina Grant dalam International Directory of Company Histories (1996).

Adi, yang menjalankan pabrik itu di kala perang, dan Rudi ikut wajib militer. Setelah perang berlalu, Adi yang sempat bermitra dengan Rudi lalu pecah kongsi. Rudi mendirikan pabrik sepatu yang mereknya cukup terkenal di dunia sampai hari ini, Puma. 

Sementara Adi, yang pernah membuat sepatu untuk Jesse Owens, peraih emas Olimpiade Berlin 1936, mendirikan Adidas. Jika merunut sejarah, Puma dan Adidas adalah musuh bebuyutan yang lahir dari keluarga pembuat sepatu.

Sebelum Perang Dunia II meletus, Hugo Boss sudah dikenal di Jerman. Alison More dalam Sexual Myths of Modernity: Sadism, Masochism, and Historical (2015), menyebut Hugo Boss adalah perancang seragam pasukan NAZI seperti SS (Schutzstaffel) yang dibanggakan Hitler dan SA (Sturmabsteilung) yang mulanya dibentuk tapi kemudian dihancurkan Hitler.

Hugo Boss juga membuat seragam instansi lain di zaman itu. Selesai perang, Hugo meninggal pada 1948. Perusahaan Hugo Boss lalu diteruskan anaknya, Sigfried Boss. Perusahaan dan mereknya Hugo Boss saat ini masih eksis dalam bisnis pakaian.

Dalam industri mobil, Jerman jelas jagonya di Eropa. Produknya kelas dunia. Di zaman Hitler berkuasa, Volkswagen (VW) dilahirkan untuk membuat mobil rakyat Jerman pada 28 Mei 1937 lahir di Berlin. VW terlibat perang sebagai produsen VW Safari.

Selesai Perang Dunia II, VW tak ikut dihancurkan. VW dibiarkan berkembang. Produk sohor VW setelah era 1960-an adalah VW Beetle (yang di Indonesia disebut mobil kodok) dan juga VW Combi.

Orang yang dipercaya ikut merintis VW dan tank Tiger, Ferdinand Porsche (1875 -1951), kemudian membangun pabrikan mobil mewah bernama Porsche.

Selain Porsche, nama lain yang terlibat dalam Perang Dunia II adalah Bayer. Menurut Encyclopedia of Business in Today's World (2009), selama perang, IG Farben dan Bayer pada khususnya, menjadi bagian integral dari mesin perang NAZI. Bayer terlibat dalam mengembangkan Zyklon B yang digunakan di kamar gas di kamp konsentrasi Auschwitz.

Setelah perang berlalu, Bayer belakangan tetap hidup sebagai perusahaan farmasi kelas dunia. Berbagai macam obat diproduksi. Obat nyamuknya, yang bermerek Baygon, sangat terkenal di Indonesia. Baygon bahkan nyaris menjadi kata ganti untuk obat nyamuk di Indonesia.

Industri-industri dari Jerman itu, tak hanya bangkit setelah Perang Dunia II selesai dan NAZI bubar, tapi ikut mendunia. Merek-merek Jerman itu bahkan lebih terkenal melebihi di masa-masa sebelum perang.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading