
Bangkit dari Perang, Italia Lahirkan Vespa dan Hidupkan Fiat

Jakarta, CNBC Indonesia - Setidaknya ada tiga negara yang kalah dalam Perang Dunia II kemudian bangkit lagi dengan cepat setelah 1945. Bahkan menjadi negara yang industrinya cukup maju setelah Perang Dunia II berlalu. Italia salah satunya.
Italia adalah negara yang paling awal menyerah dalam Perang Dunia II. Setelah Benito Mussolini disingkirkan dari pemerintahan, sikap berbalik pihak melawan blok poros cukup menyelamatkan Italia dari kehancuran yang lebih parah.
Letnan Giovani Agneli alias Gianni Agneli adalah salah satu yang berbalik pihak ketika ditugaskan ke Afrika Utara. Keluarganya, terutama kakeknya yang namanya mirip dengannya, adalah pendukung Mussolini. Mussolini sering berkunjung ke pabrik kakek Gianni.
Ketika Italia kalah, pabrik kakeknya tak ikut dihancurkan. Setelah kakeknya meninggal pada usia 79 tahun pada 1945, Gianni menggantikan posisi kakeknya sebagai pimpinan dari sebuah pabrikan mobil bernama Fabbrica Italiana Automobili Torino yang disingkat dan dikenal sebagai Fiat.
Kakeknya yang berasal dari keluarga priyayi tajir Italia mendirikannya pada 1899. Pabrik yang dipimpin kakeknya itu pernah dimanfaatkan kaum fasis Italia dalam Perang Dunia II.
Gianni yang playboy awalnya terlihat ogah-ogahan, namun dia kemudian menjalankan salah satu perusahaan penting di Italia itu. Fiat kemudian terus menjadi produsen mobil kelas dunia yang cukup mengikuti perkembangan zaman.
Industrialis penting Italia selain keluarga Agneli adalah keluarga Piaggio. Orang penting dalam sejarah keluarga Piaggio adalah Rinaldo Piaggio, yang pada 1884, ketika masih berusia 20 tahun, membangun pabrik di Genoa.
Pabrik Piaggio itu membuat komponen dan peralatan kapal, kereta api, truk, sampai pesawat terbang. Perang Dunia II pabrik keluarganya hancur oleh serangan bom. Setelah Perang Dunia II, usaha Rinaldo dipegang oleh anaknya, Enrico Piaggio.
Puing-puing yang tersisa milik keluarga Piaggio, berada di bekas pabrik komponen pesawat terbang mereka di Pontedera. Enrico kemudian mempekerjakan seorang insinyur penerbangan bernama Corradino D'Ascanio bergabung di Piaggio.
Ambisi mereka setelah perang itu bukan ingin membuat pesawat terbang, melainkan hanya kendaraan yang sederhana, ekonomis, nyaman, dan elegan. Namun, isi kepala Arsenio yang penuh imajinasi pesawat, membuatnya membayangkan kendaraan yang mirip pesawat.
Kendaraan yang dirancang mereka rodanya mirip dengan roda pesawat. Mereka tak lupa memakai komponen untuk bom. Bodi kendaraan menyatu dengan sasisnya.
Rancangan pertama mereka sempat jadi bahan olokan pekerja. Rancangan itu lalu dirombak lagi dan jadinya mirip tawon. Hingga Enrico berkata "ini seperti tawon" atau yang dalam bahasa Italia, "sambra una vespa."
![]() Piaggio's Vespa 946 scooters are seen at the Pontedera's farm, Italy, April 19, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi |
Dari sini nama Vespa muncul untuk skuter buatan mereka itu. Produk mereka mulai dijual sejak 23 April 1946. Pada tahun pertama 2.484 unit skuter. Setelahnya mereka mengeluarkan Vespa 125.
Produksi skuter mereka sudah mencapai 19.822 unit pada 1948. Vespa kemudian mendunia sebagai skuter. Pernah pula pabrikan Piaggio membuat mobil dan belakangan Piaggio juga membuat pesawat.
Kisah Piaggio dan Fiat, adalah bukti bahwa negara yang sebelum perang sudah bergiat di bidang industri, setelah perang yang menghancurkan mereka berlalu bisa dengan cepat membangkitkan industrinya kembali.
Setelah Perang Dunia II, tak hanya industri otomotif Italia yang bangkit lagi. Tapi juga industri lainnya. Industri hiburan dan olahraga Italia juga menonjol. Setelah tv tersebar di seluruh dunia sepakbola juga menjadi bagian dari industri Italia. Gianni Agneli juga punya peran sebagai pemilik dari klub sepak bola Juventus.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(pmt/pmt)
[Gambas:Video CNBC]