KWT Hidroponik di Bali, Bukti Dukungan BRI Terhadap Perempuan

Entrepreneur - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
23 January 2022 14:05
KWT Hidroponik Bali di Bali menerima Bantuan Pemberdayaan Kelompok Perempuan dari BRI.

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mendorong perempuan berdikari lewat Bantuan Pemberdayaan Kelompok PerempuanBantuan program berupa pemberian pelatihan dan peralatan usaha bagi Komunitas Perempuan di satu wilayah. 

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Pala yang berlokasi di Jalan Ratna, Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali. KWT ini mendulang juara pertama program Bantuan Pemberdayaan Kelompok Perempuan BRI yang diikuti 18 KWT lain dari berbagai daerah di Indonesia. 

Pendamping KWT Kota Pala, Andriana mengatakan, bahwa KWT Kota Pala resmi berdiri pada 2019 dan fokus pada pemenuhan ketahanan pangandengan keterbatasan lahan di Desa Dajan Peken


"Walaupun hidup di lingkungan urban dengan daerah perkotaan yang sudah padat dengan bangunan dan penduduk tapi kita tetap bisa bertani. Saya menginisiasi Hidroponik supaya ibu-ibu di sini walaupun tidak punya lahan dan nggak punya halaman, namun tetap dapat bisa bercocok tanam," kata Andriana dalam keterangan tertulis, Minggu (23/1/2022). 

Seiring berjalannya waktu, kata dia, jumlah anggota KWT Kota Pala terus bertambah menjadi 25 orang dengan tugasnya masing-masing. Sebanyak 6 orang mengurusi bagian produksi, produk turunan dari tanaman hidroponik seperti bayam, pokcoy, dan sebagainya, sedangkan sisanya bertugas merawat kebun. 

Andriana mengaku mendengar kabar BRI pernah memberikan bantuan kepada kelompok Wanita di daerah perkotaan berupa sarana dan prasarana Urban farming. Dari sini, KWT Kota Pala mendaftarkan diriuntuk bantuan tersebut. 

"Kita membangun Greenhouse, dan lokasi tanah berada di fasilitas umum ya. Jadi kita membangunnya di samping kantor di halaman kantor desa. Selain itu kita juga ada vertical culture jadi tanamannya kita atur ke atas untuk menghemat lahan," ucap Andriana.

Perempuan berusia 39 tahun ini mengaku senang karena KWT Kota Pala bisa menjadi percontohan bagi warga sekitar. "Bercocok tanam itu tidak melulu harus memiliki lahan yang luas. Tanah yang sempit pun masih bisa menghasilkan pangan melalui teknik hidroponik yang bebas pestisida," ungkap dia. 

Melihat perkembangan KWT Kota Pala yang cukup baik, BRI memberikan bantuan tahap kedua untuk pengembangan industri inkubasi bisnis. Adapun sebesar 30% dana digunakan untuk workshop inkubasi bisnis, sedangkan 70% untuk pengadaan alat-alat produksi makanan. 

Tak hanya itu, BRI menjadikan KWT Kota Pala sebagai kluster dan memberikannya pendampingan langsungserta dibina secara industri ekonominya berupa konsultasi penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk produk turunan. 

"Kita dijadikan klaster oleh BRI, dengan pendampingan dari BRI, kita dibantu dari aspek industri ekonominya, berupa konsultasi HET untuk produk turunan yang kami buat," imbuh Andriana.

Manfaat lain yang didapatkan KWT Kota Pala, yakni para anggota yang berjumlah 25 orang bisa mengajukan kredit maksimal Rp10 juta dengan bunga 3% per tahun tanpa jaminan. 

Andriana berharap, ke depannya KWT Kota Pala bisa menginspirasi warga sekitar dan masyarakat secara luas. 

"Berharap bisa menginspirasi ke warga desa kami, sesuatu yang kita kerjakan dengan tulus pasti kita akan mendapatkan hasil yang tidak pernah kita sangka sebelumnya, kita tidak menyangka bisa mendapat bantuan dari BRI sebanyak dua kali dan menjadi juara nasional," tutup dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Desa BRILian Indonesia Tetap Tangguh Saat Pandemi


(bul/bul)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading