Ini Spikoe Resep Kuno, Kue Surabaya Omzetnya Rp 50 Juta/Hari

Entrepreneur - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
13 October 2019 20:05
Ini Spikoe Resep Kuno, Kue Surabaya Omzetnya Rp 50 Juta/Hari Foto: Instragram @srk_spikoeresepkuno
Jakarta, CNBC Indonesia - Surabaya merupakan salah satu kota di Tanah Air yang kaya akan oleh-oleh nan khas. Selain Sambal Udang Bu Rudy dan Kerupuk Ikan Kenjeran, ada juga kue Spikoe Resep Kuno yang jadi andalan.

Spikoe Resep Kuno merupakan pengembangan bisnis Keluarga Santoso. Ceritanya, pada tahun 1976, kue spiku buatan Nyonya Santoso sangat berjaya. Namun, usaha itu tutup pada tahun 1982 karena beberapa hal.


Kemudian pada tahun 2002, Paulus Santoso (56) yang merupakan anak tertua dari Keluarga Santoso dan istrinya Indrawati (53) kembali membuka bisnis kue spiku dengan menggunakan resep turun temurun keluarganya.



"Tahun 2002, 17 tahun yang lalu, istri saya resign dari bank. Setelah itu nganggur, 'mau ngapain nih?' dan saya punya ide untuk usaha kue. Kebetulan orang tua saya dulu juga bikin roti dan kue," ujar Paulus ketika dihubungi oleh CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Paulus masih bekerja di bagian penjualan di salah satu perusahaan. Ia melihat peluang kue ini sejak melihat deretan oleh-oleh di Bandar Udara Juanda yang hanya itu-itu saja.

"Nah, dimulailah Spikoe dibikin oleh istri saya," imbuhnya.

Awalnya mereka hanya memasarkan kue Spikoe kepada keluarga, teman-teman, dan rekan kerja. Namun, lama-kelamaan banyak orang yang tahu kue ini dari mulut ke mulut, hingga Paulus harus pindah ke toko agar dapat memproduksi kue lebih banyak.


"Kami 2002 produksi di rumah. Kemudian, tahun 2012 kami pindah toko di pinggir jalan. Di sana kami produksi dan juga jualan sampai sekarang," ungkapnya.

Berdiri selama 17 tahun dengan resep kue berusia 43 tahun tidaklah mudah. Namun, dengan mengedepankan mutu produk secara konsisten, Spikoe Resep Kuno dapat bertahan hingga sekarang.


"Kami sudah punya sertifikat Halal, sertifikat GMP, HACCP dan ISO 22000 untuk sistem manajemen keamanan pangan. Memang visi kami menjadi kue pilihan, sedangkan misi kami melindungi pelanggan. Itulah yang menjadi alasan kami masih bertahan di antara banyak kue-kue modern," papar Paulus.


Sejauh ini kue spiku memiliki varian rasa Spikoe Kismis, Spikoe tanpa kismis, Spikoe Speculaas, Spikoe Prunes, dan yang terbaru adalah Joika Japanese Cheesecake dengan harga mulai dari Rp 80.000 untuk ukuran 10x26 cm, Rp 190.000 dan Rp 260.000 (khusus prunes) untuk ukuran 24x26 cm, sedangkan untuk cheesecake diameter 17 cm dibanderol Rp 95.000.

Dalam sehari, mereka memproduksi 1.000 loyang kue yang dibagi beberapa rasa. Tentu rasa kismis yang paling banyak diproduksi sekitar 75% dari produksi harian. Karena tidak menggunakan pengawet, Spikoe hanya diproduksi sekali dalam sehari.


"Dari produksi itu, kalau weekdays rata-rata terjual 500 loyang, kalau weekend rata-rata bisa lebih dari 500 loyang. Untuk produksi kami hanya sekali, karena kami cukup konservatif dan lebih baik mempertahankan mutu," papar pria kelahiran 1963 tersebut.

Namun, tidak menutup kemungkinan mereka produksi lebih banyak dari 1.000 loyang. Paulus mengatakan, saat-saat hari raya seperti Lebaran, mereka bisa mendatangkan beberapa pekerja lepas untuk membantu produksi. Padahal pegawai tetap yang ada sudah mencapai 94 orang.

Ini Spikoe Resep Kuno, Kue Surabaya yang Cuan Rp 50 Juta/HariFoto: Instragram @srk_spikoeresepkuno


"Kami bisa produksi lebih banyak, bisa dua kali lipat sekitar 2.000 loyang," ungkapnya.

Maka dari itu, tidak heran jika Spikoe Resep Kuno bisa mendatangkan cuan yang besar. Dalam sehari, mereka bisa mendapatkan cuan Rp 50 juta. Jika dikalikan 30 hari, maka per bulan Paulus dan istri bisa menghasilkan Rp 1,5 miliar hanya dari penjualan kue.

Selain bisa dibeli di toko Jalan Rungkut Madya 41, pelanggan juga dapat membeli Spikoe dari website spikoeresepkuno.com. Lewat ekspedisi RPX, Lion Parcel, AlfaTrax, Garuda Cargo, dan KI8, pembelian kue ke dalam dan luar pulau Jawa dapat tiba dalam sehari. Di toko, pembeli juga bisa membayar dengan menggunakan uang elektronik seperti GoPay dan OVO.


Kunci sukses
Terakhir, menurut Paulus, jika ingin mencoba bisnis makanan, kuncinya hanya dua, yaitu tekun dan konsisten.

"Tekun artinya kita ulet dan tidak putus asa. Kan ada orang yang tidak telaten, dan dagangannya jadi tidak laku. Memang saya akui akan ada banyak kendala pada awal-awal membangun bisnis," ungkapnya.


Selanjutnya konsisten dalam mempertahankan rasa. Menurutnya, ada orang yang tergoda untuk mengurangi mutu saat sedang laris.

"Entah itu bahannya dikurangi atau dicari yang lebih murah. Itu yang menurut saya bahaya. Kalau sudah ada satu pelanggan yang bilang tidak enak, itu sudah bahaya. Sebab, komentar negatif jauh lebih viral dibandingkan yang positif," lanjutnya.


Selain itu, Paulus menyarankan agar kita jangan anti dengan komplain dari pelanggan. Menurut suami dari Indrawati ini, komplain harus diterima dengan baik guna menjadi bahan instrospeksi diri.

"Saya berpikir positif aja. Kalau orang mengkritik itu pasti dia masih ingin menikmati kue kami. Bagaimanapun yang menggaji kita itu pelanggan, dan kita tetap harus memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan," tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading