Tumbuh tanpa Riuh:
DNA Bumida membuat pertumbuhan terjaga

Achmad Aris

CNBC Indonesia Researcher

PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Bumida) terus membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan asuransi umum dengan kinerja dan pertumbuhan yang konsisten di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, Bumida mencatat peningkatan signifikan pada premi bruto dan laba bersih, melampaui capaian rata-rata industri. 

Bumida dalam periode  2020-2024 membukukan lonjakan pertumbuhan pendapatan premi bruto hingga 82,37% dari Rp300,39 miliar pada 2020 menjadi Rp547,83 miliar pada 2024. 

Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan strategi underwriting yang cermat, diversifikasi portofolio yang tepat, serta peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis. Hasil underwriting Bumida dalam lima tahun terakhir juga membukukan lonjakan pertumbuhan kinerja yaitu mencapai 80,82% dari Rp115,61 miliar pada 2020 menjadi Rp209,04 miliar pada 2024.

Di sisi lain, performa ciamik juga dicatatkan dari hasil investasi yang mencatatkan pertumbuhan hampir 20% dalam 5 tahun terakhir yaitu dari Rp429,06 miliar pada 2020 menjadi Rp429,06 miliar pada 2024.

Kombinasi kinerja hasil underwriting dan investasi yang impresif tersebut menghasilkan pertumbuhan profitabilitas yang melonjak mencapai 175,03% dari Rp18,19 miliar pada 2020 menjadi Rp50,028 miliar pada 2024.

Per 31 Desember 2024, Bumida membukukan total aset sebesar Rp817,75 miliar atau tumbuh 15,21% dibandingkan dengan periode sama 2020 sebesar Rp709,78 miliar. Sementara itu, ekuitas perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 19,75% menjadi Rp320,76 miliar pada 2024 dibandingkan dengan posisi 2020 sebesar Rp267,84 miliar.

Dengan dukungan manajemen yang profesional, jaringan mitra yang kuat, dan kepercayaan pelanggan yang telah terbangun selama lebih dari 50 tahun, Bumida berhasil menjaga stabilitas sekaligus memperkuat posisinya di pasar asuransi nasional.

Pexels

Bumida memiliki dua jenis produk asuransi yaitu produk korporasi dan produk perorangan. Produk korporasi terdiri dari asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan, asuransi pengangkutan, penjaminan, asuransi tanggung gugat umum akibat limbah B3, asuransi tanggung gugat profesi dokter, asuransi customs bond, asuransi excise bond, surety bond non konstruksi, dan asuransi uang.

Sementara itu, produk perorangan yang ditawarkan adalah asuransi kecelakaan diri bagi pelajar & mahasiswa (Siswakoe & Mahasiswakoe), asuransi kebakaran (Rumahkoe), asuransi kesehatan (Sehatkoe), asuransi kendaraan roda dua (Motorkoe), asuransi kendaraan roda empat (Mobilkoe), asuransi kecelakaan diri (Siagakoe), dan asuransi kecelakaan diri bagi karyawan (Karyawankoe).

Satu hal penting, Bumida memiliki satu produk unik yang tidak dimiliki oleh perusahaan asuransi umum lain. Produk itu adalah AKDHK adalah singkatan dari Asuransi Kecelakaan Diri dan Kematian di Luar Jam Kerja, yaitu program perlindungan tambahan untuk karyawan yang menanggung risiko kecelakaan atau kematian yang terjadi di luar jam kerja resmi mereka, memberikan santunan seperti tunjangan cacat, sementara tidak mampu bekerja, atau kematian.

Manfaat finansial yang diberikan antara lain Tunjangan Sementara Tidak Mampu Bekerja (TSTMB) yang memberikan santunan hingga 100% dari upah selama pekerja tidak dapat bekerja akibat kecelakaan, Tunjangan Catat Tetap hingga 70% dari 80 bulan upah, serta Santunan Kematian bagi ahli waris sebesar 60% dari 80 bulan upah beserta biaya pemakaman.

Selain itu, program ini juga menanggung biaya pengobatan, penggantian alat bantu seperti gigi palsu atau kacamata, dan biaya pengangkutan jika dibutuhkan selama perawatan medis. 

Pencapaian luar biasa ini mengantarkan Bumida meraih penghargaan Outstanding Growth in General Insurance Performance, sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam menghadirkan pertumbuhan berintegritas, inovatif, dan berkelanjutan di industri asuransi Indonesia.

Allianz Dipimpin 50 ribu agen muda:

Premi Tumbuh, Agensi Mendominasi

Gelson Kurniawan

CNBC Indonesia Researcher

Di tengah dinamika industri asuransi jiwa nasional yang terus beradaptasi pascapenyesuaian regulasi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), Asuransi Allianz Life Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar. 

Perusahaan berhasil mempertahankan keberlanjutan kinerja pertumbuhan premi dan dominasi kanal distribusi agensi sehingga layak mendapatkan penghargaan dengan kategori Best Life Insurance in Sustainable Agency Distribution and Premium Growth".

Penghargaan ini memvalidasi keberhasilan strategi jangka panjang perusahaan yang sukses memadukan pertumbuhan premi konsisten (Premium Growth) dengan kekuatan kanal distribusi keagenan yang adaptif dan berkelanjutan (Sustainable Agency Distribution).

Konsistensi di Tengah Volatilitas

Indikator utama kemenangan ini adalah rekam jejak pertumbuhan bisnis yang solid. Dalam enam tahun terakhir, Allianz Life Indonesia mencatatkan kenaikan Annualized Premium Equivalent (APE) yang impresif, tumbuh dari Rp2,8 triliun pada 2018 menjadi Rp4,3 triliun pada akhir 2024. Angka ini merefleksikan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,4%.

Konsistensi ini juga tecermin dari Pendapatan Premi Bruto (PPB) tahun 2024 yang mencapai Rp17,62 triliun, menegaskan efektivitas strategi diversifikasi produk di tengah tantangan pasar.

Motor Penggerak Utama

Korelasi terkuat dari penghargaan ini terletak pada performa kanal distribusi keagenan (Agency). Kanal ini menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang 53% dari total pendapatan premi bruto perusahaan pada 2024.

Hingga periode terkini di tahun 2025, dominasi ini semakin tak terbantahkan. Allianz Life Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan APE kanal distribusi agensi yang stabil, dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,3 triliun dalam enam tahun terakhir.

Capaian ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemimpin utama di industri asuransi jiwa nasional, dengan mempertahankan pangsa pasar (market share) sebesar 24,7% di kanal distribusi agensi .

Berikut adalah ringkasan rasio dan indikator keuangan utama berdasarkan laporan keuangan bulan Oktober 2025:

Regenerasi Agen Adalah Kunci "Sustainability"

Aspek "Sustainable" dalam penghargaan ini sangat relevan dengan strategi regenerasi tenaga pemasar. Berbeda dengan pemain lama yang kerap terkendala penuaan tenaga kerja, Allianz Life Indonesia sukses melakukan peremajaan demografi.

Didukung oleh lebih dari 50.000 Mitra Bisnis, perusahaan membangun ekosistem yang didominasi oleh generasi muda.

Data internal mencatat bahwa dari total agen yang ada, sebanyak 80% merupakan generasi milenial dan Gen-Z Artinya, mayoritas tenaga pemasar Allianz adalah talenta muda yang melek teknologi.

Demografi agen muda ini menjadi kunci adaptasi ekosistem digital seperti Allianz Discover dan Expert Underwriting System (EUS), yang memungkinkan proses pengajuan asuransi selesai hanya dalam waktu lima menit. Sinergi antara talenta muda dan teknologi ini memungkinkan Allianz menjangkau segmen pasar baru secara efektif.

Fundamental Keuangan yang Kokoh

Pertumbuhan agresif di sisi bisnis diimbangi dengan fundamental keuangan yang sangat pruden. Mengacu pada Laporan Keuangan Bulanan Konvensional per 31 Oktober 2025, Allianz Life Indonesia menunjukkan posisi neraca yang kuat.

Total aset perusahaan tercatat mencapai Rp38,34 triliun , dengan ekuitas yang sangat kuat sebesar Rp7,63 triliun. Peningkatan ekuitas ini memberikan bantalan modal yang tebal bagi perusahaan dalam menghadapi risiko pasar.

Tingkat kesehatan finansial ini dikonfirmasi oleh rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang berada di level 182,47%.[MA1]  Angka ini jauh di atas ambang batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%, memberikan jaminan keamanan bagi nasabah bahwa perusahaan memiliki kapasitas mumpuni untuk memenuhi kewajiban jangka panjang. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pembayaran klaim dan manfaat asuransi yang mencapai Rp4,18 triliun sepanjang tahun 2024.

Tugure tunjukan standar unggul reasuransi di indonesia

Achmad Aris

CNBC Indonesia Researcher

Sebagai bagian dari ekosistem perusahaan yang sahamnya sebesar 50,74% dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor jasa keuangan non-bank, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) memegang peran strategis dalam memperkuat stabilitas industri asuransi nasional.

Sejak berdiri pada tahun 1987, Tugure menjadi salah satu pilar di balik ketahanan sistem mitigasi risiko di Indonesia terutama bagi perusahaan asuransi umum dan jiwa yang membutuhkan kapasitas risiko dan manajemen reasuransi yang solid.

Tugure memiliki visi menjadi perusahaan reasuransi dengan tingkat profitabilitas yang optimal dan berkelanjutan dengan kapasitas regional.

Dalam beroperasi, Tugure menggabungkan kepercayaan publik dengan efisiensi pengelolaan usaha untuk memberikan perlindungan dan kapasitas reasuransi yang andal, baik di pasar domestik maupun regional.

Melalui kinerja keuangan yang konsisten, tata kelola perusahaan yang kuat, dan inovasi berorientasi pada klien, Tugure menunjukkan standar unggul perusahaan reasuransi dengan berkontribusi pada ketahanan industri sekaligus mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sepanjang 2024, Tugure membukukan kinerja impresif dengan pertumbuhan premi bruto mencapai 12,7%, dari Rp2,92 triliun menjadi Rp3,29 triliun. Bahkan, pertumbuhan hasil underwriting melesat hingga 227% year-on-year, disertai hasil investasi yang naik 6%.


Memasuki 2025, momentum positif semakin menguat. Hingga Oktober 2025, Tugure berhasil mempertahankan tren kinerja positif dengan penguatan di sejumlah indikator keuangan utama. Premi bruto tercatat sebesar Rp2,9T pada Oktober 2025 yang menegaskan keberhasilan perusahaan menjaga kualitas portofolio bisnis di tengah kondisi pasar reasuransi yang kompetitif.

Profitabilitas juga mencatat lompatan signifikan. Laba bersih naik dari Rp87,2 M menjadi Rp147,23 M, atau melonjak 69 % YoY, didorong penerapan strategi underwriting yang lebih selektif dan pengelolaan investasi yang disiplin serta adaptif terhadap volatilitas pasar keuangan.

Fondasi keuangan Tugure semakin kokoh, tercermin dari ekuitas yang meningkat dari Rp1,548 T menjadi Rp1,736 T, atau bertumbuh 12% YoY, menunjukkan kapasitas modal yang semakin kuat untuk mendorong transformasi bisnis jangka panjang. Indikator ketahanan finansial lainnya turut menunjukkan performa solid, dengan Risk Based Capital (RBC) mencapai 189% , jauh melampaui ketentuan regulator, Rasio Kecukupan Investasi (RKI) stabil di 126%, dan Return on Equity (ROE) berada di level 8,54% sebagai bukti kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Dalam rangka menjaga keberlanjutan performa hingga akhir tahun ini, Tugure akan menjalankan sejumlah strategi di antaranya penerapan manajemen risiko yang prudent, meningkatkan layanan literasi kepada mitra usaha, dan mengoptimalisasi efisiensi operasional dan digitalisasi proses reasuransi untuk meningkatkan layanan kepada mitra usaha.

Dengan kiprah kesuksesan menjaga keberlanjutan performa bisnis dan keuangan tersebut, Tugure layak dinobatkan sebagai Best State-Owned Reinsurer in Financial Resilience.

Maipark: Benteng Terakhir di Negeri cincin api

Achmad Aris

CNBC Indonesia Researcher

Sebagai negara yang terletak di jalur cincin api Pasifik, Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana alam tertinggi di dunia. Lebih dari 70% wilayahnya berada di zona seismik aktif, dikelilingi ratusan gunung api, dan memiliki garis pantai panjang yang rentan tsunami. Risiko bencana alam mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga letusan gunung berapi, menjadi tantangan yang terus membayangi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, termasuk industri asuransi nasional.

Dalam lanskap risiko yang sangat kompleks tersebut, perusahaan reasuransi yang memiliki fokus khusus pada risiko katastrofik memegang peranan krusial. Mereka bukan hanya berfungsi sebagai penyedia kapasitas finansial, tetapi juga sebagai penyokong pengetahuan, inovasi, dan sistem mitigasi risiko yang dapat menjaga keberlanjutan industri asuransi. Di sinilah PT Reasuransi MAIPARK Indonesia tampil sebagai aktor kunci yang tak tergantikan.

MAIPARK dikenal luas sebagai satu-satunya spesialis reasuransi bencana di Indonesia, sebuah posisi strategis yang diperkuat oleh kompetensi teknis mendalam dan pengalaman panjang dalam menangani risiko katastrofik. Perusahaan ini tidak hanya memberikan kapasitas reasuransi kepada perusahaan-perusahaan asuransi nasional, tetapi juga memimpin pengembangan model risiko bencana berbasis data ilmiah. Inisiatif tersebut mencakup pembangunan hazard map berbasis geologi, pemodelan kurva kerentanan bangunan untuk berbagai tipe konstruksi, analisis eksposur geospasial, serta pengembangan sistem pendukung keputusan underwriting yang lebih presisi.

Seluruh inovasi ini memberikan landasan yang kuat bagi perusahaan-perusahaan asuransi dalam menetapkan tarif premi yang lebih wajar, menentukan tingkat retensi optimal, serta memperkuat proses manajemen risiko. Dengan dukungan data dan model ilmiah yang semakin mutakhir, industri asuransi kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk mengelola risiko bencana yang bersifat high severity–low frequency.

Dari sisi finansial, MAIPARK juga menunjukkan kinerja yang stabil dan tangguh. MAIPARK mencatat kenaikan laba bersih setelah pajak per Oktober 2025 hingga 40,57% sebesar Rp64,49 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp45,88 miliar.

Kenaikan laba bersih ditopang dari peningkatan pendapatan underwriting hingga turunnya beban underwriting.

Jumlah pendapatan underwriting per Oktober 2025 tumbuh 1,80% menjadi Rp101,81 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp100,02 miliar. Kenaikan ditopang oleh peningkatan pendapatan premi yang mencapai 8,47% menjadi Rp305,08 miliar per Oktober 2025, dari Rp281,25 miliar pada Oktober 2024.

Selain itu jumlah beban underwriting turun signifikan mencapai 75,61% menjadi Rp6,65 miliar per Oktober 2025, dari Rp27,25 miliar dari Oktober 2024.

Penulis/ Sumber: Tim Riset CNBC Indonesia | Grafis & Layout: Edward Ricardo | Foto: Faisal Rahman