Ketua OJK Bicara Proyeksi Ekonomi RI Hingga Arah Pasar Modal

Profil - Monica Wareza, CNBC Indonesia
11 August 2021 19:30
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020 di The Ritz Carlton Ballroom, Pasific Place, Jakarta, Rabu 26/2/2020. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Ada penurunan restrukturisasi kredit. Apa yang terjadi?
Kemarin kita mengeluarkan kebijakan agar nasabah yang dalam masa pandemi Covid-19 ini terdampak karena tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk membayar pokok atau suku bunga kami persilakan untuk direstrukturisasi dengan diberikan kemudahan untuk sementara menunda pembayaran bunga ataukah menunda pembayaran pokok sampe jangka waktu tertentu.

Dan ini dilakukan agar masyarakat tidak terlalu dini dikategorikan dalam kredit macet. Karena kalau itu menjadi macet akan sulit. Kemudian apabila krisis sudah selesai dan pandemi Covid-19 sudah selesai ini tidak bisa berproduksi dengan cepat untuk melakukan aktivitas ekonominya.

Untuk itu kita mempunyai kebijakan yang kita masukkan POJK 11 yang kita perpanjang menjadi POJK 48 agar pengusaha, masyarakat, baik UMKM atau korporasi dimasukkan dalam skema itu.

Sebenarnya tadinya (restrukturisasi) lebih dari Rp 900 triliun. Namun demikian sekarang sudah mulai menurun menjadi Rp 791 triliun. Jadi sudah ada yang membaik dari angka semula. Ini sejalan dengan perbaikan ekonomi kita akhir-akhir ini.

Itu dimaksudkan juga agar perbankan mempunyai ruang yang leluasa untuk bisa tetap berfungsi sebagai intermediasi karena mempunyai permodalan yang cukup untuk sementara tidak usah membentuk pencadangan bagi kredit-kredit yang diberi restrukturisasi tersebut. Untuk itu ini tinggal bagaimana peran perbankan ini bisa bangkit. Ini sudah ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan kredit month-to-month dari bulan Juni ke Juli kemarin sudah positif untuk seluruh jenis bank. Dan bahkan dalam year on year sudah positif meskipun masih kecil yaitu 0,59%. Untuk year to date sudah positif ya lebih dari 1%, 1,7%.

Untuk itu kami optimis bahwa dengan semakin terkendalinya pandemi Covid-19 dan juga semakin para pengusaha mulai menggeliat ini akan tumbuh positif dan akan menjadi perbaikan di sisi intermediari perbankan. Tapi tetap kita tidak boleh lengah, tetap harus kita upayakan agar bisa lebih cepat lagi penyaluran kredit perbankan ini melalui berbagai strategi.

Di antaranya kita bersama pemerintah akan memprioritaskan untuk sektor pertanian karena sektor pertanian ini paling sustain dan bahkan pertumbuhannya bagus. Ya untuk itu ada kredit ya untuk KUR yang bersifat cluster di sektor pertanian sehingga analisisnya bisa cepat ya, mitigasi risikonya bisa gampang karena bukan hanya kepada petani yang memproduksi padi tapi juga kepada ekosistem lainnya termasuk bagaimana proses penggilingannya kita perhatikan, termasuk bagaimana penjualannya.

Jangan sampai begitu panennya terlalu besar, pembelinya tidak ada. Kita siapkan ekosistem itu mulai dari produksinya, musim tanamnya, penggilingannya, pembelinya, pergudangannya sampai ekspor. Sehingga hal ini akan mempercepat pemberian kredit bukan hanya kepada petaninya tapi kepada pengusaha processing-nya, kemudian kepada eksportirnya dan kepada pergudangannya. Jadi ini luar biasa kalau bisa kita lakukan bukan parsial, tapi melalui satu ekosistem yang kita sebut cluster kredit yang sektor pertanian.

Dan ini bisa kita perluas bukan hanya padi bisa juga sektor pertanian yang lain kedelai dan jumlah perkebunan dan sebagainya. Ini kalau kita lakukan ruangnya cukup besar sehingga ekses likuiditas kita bisa salurkan ke sana dengan lebih cepat. Dan untuk itu ini salah satu strategi kita di sektor perbankan untuk pembiayaan pembiayaan kredit, terutama kredit-kredit yang memberikan multiplier besar, penyerapan tenaga kerja dan juga berorientasi ekspor.

Ini bahkan sudah kita lakukan pilot di beberapa tempat. Kita sendiri sudah mempunyai 10 pilot di 13 tempat berbagai provinsi bekerja sama dengan bank. Dan ini akan terus kita dorong kita percepat ya kita terapkan di berbagai tempat di Indonesia sehingga ini merupakan strategi kita yang utama.



Bagaimana kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi?
UMKM ini sektor yang bisa lebih cepat untuk kita dorong menjadi pulih karena UMKM ini rata-rata tidak besar. Bahkan UMKM ini ada yang di bahwa Rp 500 juta. Ini yang menjadi perhatian kita dan diberikan subsidi oleh pemerintah ya subsidi bunga dan juga bisa kategori dalam KUR.

Untuk itu UMKM ini rakyat banyak ini menjadi prioritas dan porsinya cukup besar. Di UMKM sendiri ini kalau kita lihat ya secara itu sudah positif, tumbuh 2,35% kreditnya. Dan ini UMKM ini jumlahnya yang menyangkut debitur yang besar daripada perusahaan-perusahaan yang korporat. Untuk itu UMKM menjadi soko guru ekonomi kita, menjadi perhatian kita.

Dan pertumbuhan yang besar ini memang didorong oleh non-korporat. Karena korporat sendiri kalau kita lihat masih tumbuh -2,02%. Sedangkan non-korporat itu sudah meningkat, yaitu kalau detailnya sudah meningkat cukup mungkin akan lebih bagus kita sebutnya non-korporat, kalau ini, korporat ini 0,59 %. Kalau ter-drag down karena korporat saja sudah -2,02% berarti yang non-korporat ini sudah 2,35%. Untuk itu ini adalah modal yang bagus sehingga nanti kita akan kita dorong lebih cepat lagi untuk UMKM ini.

Untuk korporat kenapa minus ya karena ini lebih banyak perusahaan-perusahaan besar yang berdampak langsung dengan pandemi Covid-19. Untuk itu belum siap untuk lepas landas lagi sebelum perjalanan terutama turis mancanegara ini dibuka. Itu adalah perusahaan-perusahaan besar yang kaitannya dengan airline, hotel, kaitannya dengan transportasi lainnya. Bahkan juga sektor hilirnya yaitu kita tahu bahwa perusahaan-perusahaan seperti energi yang suplai dari bahan bakar ini juga tentu tidak membutuhkan modal kerja yang banyak. Yang itulah yang sebenarnya menurunkan sementara ini balance kreditnya.

Namun demikian secara total kreditnya sudah tumbuh positif. Untuk itu tinggal UMKM tadi akan kita dorong untuk tadi sektornya adalah pertanian, itu tergolong UMKM karena itu kita berikan fasilitas kredit cluster, bahkan kita ada KUR yang tanpa jaminan yang jumlahnya maksimumnya sudah kita naikkan yaitu oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian jadi jumlahnya yang tadinya Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta tanpa agunan. Sehingga itulah di perbankan kita. Kami yakin ini bisa cepat tumbuh ke depan.

Bagaimana pengembangan pasar modal ke depan?
Kita terus melihat apa lagi yang bisa kita berikan percepatan masyarakat untuk akses ke pasar modal. Tadi kami sampaikan untuk milenial sudah bisa mengeluarkan SCF melalui pasar modal ini luar biasa, silakan. Kalau perbankan biasanya harus ada credit record dan sebagainya, ini di pasar modal asal punya proyek dengan pemerintah atau swasta silakan masuk di pasar modal. Tapi ini karena kita desain untuk milenial jadi jumlahnya Rp 20 miliar. Dan untuk itu ini potensinya luar biasa.

Dan juga untuk sektor-sektor yang terkiat program nasional kita untuk ramah lingkungan, kita silakan nanti akan kita dorong insentif apa yang bisa kita berikan akan kita lakukan. Bahkan ini bukan hanya pasar modal termasuk perbankan, yaitu proyek kita adalah bagaimana kita mendorong keberpihakan kita kepada ekonomi hijau. Di mana Ini adalah program pemerintah dalam rangka comply dengan Paris Agreement, menurunkan emisi sampai 29% di 2030. Dan juga program dari United Nation mengenai SDG's.

OJK mengambil peran, terutama bagaimana pembiayaan melalui perbankan dan pasar modal ini adalah pembiayaan pembiayaan yang ramah lingkungan. Bahkan kita sudah mempunyai program yang kita sebut sustainable finance untuk 2021-2025. Di mana itu di dalamnya berbagai hal di antaranya bagaimana kita cara membuat taksonomi mengenai ekonomi hijau ini yang kita pahami bersama dan juga kita akan melakukan building untuk semua sektor dan juga bagaimana kita bisa melakukan sinergi.

Jadi banyak hal yang kita lakukan agar kita tahu persis sebenarnya apa yang dibutuhkan dan apa yang akan harus dilakukan oleh OJK ini baik di sektor perbankan maupun pasar modal. Khusus pasar modal ini banyak sekali emiten yang akan masuk di sektor digital, itu silakan saja kami dorong agar ini memberikan dampak positif kepada UMKM kita, dampak positif penerapan tenaga kerja dan juga dampak positif dalam investasi di Indonesia. Untuk itu silakan. Akan kami dorong apa yang harus dilakukan OJK. Kami siap berdiskusi untuk memberikan insentif yang diperlukan.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading