Wawancara Dubes RI untuk China

Dubes Djauhari Bicara Vaksin Hingga Cuan Kerupuk-Sarang Walet

Profil - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
29 September 2020 06:00
Indonesia Sarang Proyek BRI, Ini Penjelasan Dubes Djauhari (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - China merupakan salah satu negara yang sukses bangkit dari pandemi Covid-19. Dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia, Senin (28/9/2020), Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China Djauhari Oratmangun mengungkapkan kondisi terkini di Negeri Tirai Bambu.

"Kalau di China, secara keseluruhan China itu tinggal 370-an. Itu data yang terakhir, dan itu kebanyakan itu imported cases. Kenapa? Karena di sana sudah lebih dari 1 bulan tidak ada lagi kasus-kasus baru di China. Sementara kebanyakan itu adalah kasus-kasus yang datang dari luar China," ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Djauhari, pemerintah memperketat kedatangan orang-orang dari negara lain yang hendak berkunjung ke China. Khususnya ke kota-kota besar macam Beijing.

"Tetapi di China sendiri, kalau saya berbicara di Beijing, situasi sudah seperti biasanya lagi dengan norma baru tentunya, protokol kesehatan itu dijalankan secara disiplin, menggunakan masker, mengukur suhu badan dan lain-lain. Jadi aktivitas, baik aktivitas pemerintah maupun aktivitas-aktivitas ekonomi sudah bergerak kembali," kata Djauhari.


Dalam kesempatan yang sama, Djauhari juga mengungkapkan update terkini soal vaksin hingga potensi besar komoditas kerupuk asal Indonesia. Simak petikan lengkap wawancaranya berikut ini: 

Bagaimana tanggapan Anda terkait pemberitaan media China yang melaporkan WHO sudah menyetujui vaksin Covid-19 buatan China?
Saya kira kan sudah dijelaskan juga oleh beberapa media yang tersangkut dengan WHO itu kan ada miss-quotation saja. Jadi sebenarnya di sini itu sedang (uji klinis) fase III semua dan kita harapkan ada empat yang sudah fase III, termasuk Sinovac.

Dan sesuai informasi dari yang kita terima, diharapkan fase III hasilnya bisa diumumkan dalam waktu dekat, sehingga akhir tahun ini, di bulan Desember ataupun November, sudah bisa dimulai produksi masal.

Apakah Indonesia bisa mendapatkan akses terhadap vaksin buatan China?
Saya kira kan sudah dijelaskan menlu (Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi) dan menteri BUMN (Erick Thohir) berkali-kali sesuai dengan hasil pertemuan mereka bulan lalu di Sanya, di Hainan. Jadi memang sudah ada kesepakatan antara pihak Sinovac dan Bio Farma Indonesia yang sudah ditandatangani dan disaksikan oleh menlu dan menteri BUMN.

Dan saya kira tadi pagi juga secara detail sudah dijelaskan oleh menteri luar negeri. Jadi itu saya kira perkembangan terakhirnya dan semua on the right track sekarang. Apalagi setelah ada kunjungan dari pihak Sinovac ke Biofarma, ke Indonesia dan ke Biofarma, dan telah kembali dari Indonesia.

Memang selain dengan Sinovac, pada saat di Sanya, menlu dan menteri BUMN juga telah melakukan pertemuan dengan pihak Sinopharm dan CanSino. Jadi ada kesepakatan bersama yang telah dibahas pada saat itu. Saya sendiri akan berkunjung ke Sinopharm dalam waktu dekat.

Seperti apa kondisi terakhir penanganan Covid-19 di China?
Kalau di China, secara keseluruhan China itu tinggal 370-an. Itu data yang terakhir, dan itu kebanyakan itu imported cases. Kenapa? Karena di sana sudah lebih dari 1 bulan tidak ada lagi kasus-kasus baru di China. Sementara kebanyakan itu adalah kasus-kasus yang datang dari luar China.

Oleh karena itu, masih sangat ketat masuknya orang-orang yang berkunjung ke China, khususnya ke kota-kota besar termasuk Beijing. Tetapi di China sendiri, kalau saya berbicara di Beijing, situasi sudah seperti biasanya lagi dengan norma baru tentunya, protokol kesehatan itu dijalankan secara disiplin, menggunakan masker, mengukur suhu badan dan lain-lain. Jadi aktivitas, baik aktivitas pemerintah maupun aktivitas-aktivitas ekonomi sudah bergerak kembali.

Dari pemerintahan, seperti apa informasi terkait vaksinasi di sana?
Memang akan diumumkan hasilnya mudah-mudahan dalam waktu dekat. Apabila itu telah diumumkan, maka akan disampaikan kepada publik. Menurut informasi yang kita terima dari tim litbang vaksin covid-19 yang ada di sini maupun dari kantor informasi di sini, per 25 september itu diperkirakan, jadi ada 4 vaksin, 3 vaksin inactive dan 1 vaksin vector adenovirus, itu sudah memasuki tahap ke-3 saat ini.

Dan kalau semua itu berlangsung dengan baik, maka produksi masal itu sudah bisa dilakukan akhir tahun ini. Itu informasi yang kita terima sejauh ini. Jadi kita sedang menunggu pengumuman dari pemerintah mengenai hasil dari fase III terhadap empat yang telah menjalankan fase III.

Aktivitas ekonomi di China masih rentan?
Kalau saya melihat berdasarkan ... karena informasi yang kita terima baik dari pemerintah maupun dari berbagai lembaga internasional bahwa recovery di sini memang sudah baik. Tentu pada saat kuartal pertama, kuartal pertama itu kontraksinya kan 6,8%. Kuartal kedua kemarin, itu sudah 3,3% kalau tidak salah dan diprediksi di kuartal ketiga itu bisa 5% pertumbuhannya dan kuartal keempat itu bisa 6%. Bahkan ada yang lebih optimistik itu sudah 6 koma sekian persen. Jadi tidak 6%.

Nah kalau melihat geliat-geliat ekonomi, ukuran buat kami di KBRI mungkin simple saja. Itu aktivitas ekonomi yang ada di kota-kota besar, di Beijing, di Shanghai, di Guangzhou, di Chengdu dan lain-lain itu sudah mulai dan saya sendiri sudah diundang ke berbagai acara promosi investasi dan expo-expo.

Bahkan dalam Minggu lalu itu kita mengikuti dua expo, yang pertama di Guangzhou dan yang kedua di Shanghai. Jadi aktivitas ekonomi memang sudah berlangsung. Angka-angka yang diberikan oleh... yang kita terima karena kita mengawasi juga secara detail, itu ke arah positif. Jadi kalau ditanyakan ke saya, saya melihat bahwa ada pergerakan positif dalam ekonomi China.

Nah kalau terkait dengan Indonesia karena dia positif, maka hubungan perdagangan kita dengan China juga itu untuk 7 bulan pertama, jadi semester pertama, itu melonjak signifikan. Begitu juga investasi dari China yang keluar dari China. Jadi di luar China, termasuk di Indonesia itu meningkat apabila kita bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ini berarti bahwa ekonomi di sini membaik. Kita walaupun dalam situasi sulit sekarang, masih pandemi, itu eksportir-eksportir kita itu masih bergerak untuk menjual produk-produk Indonesia ke China.

Attendees wearing face masks arrive for an event to honor some of those involved in China's fight against COVID-19 at the Great Hall of the People in Beijing, Tuesday, Sept. 8, 2020. Chinese leader Xi Jinping is praising China's role in battling the global coronavirus pandemic and expressing support for the U.N.'s World Health Organization, in a repudiation of U.S. criticism and a bid to rally domestic support for Communist Party leadership. (AP Photo/Mark Schiefelbein)Foto: Tamu undangan mengenakan masker saat tiba untuk menghadiri acara untuk menghormati beberapa dari mereka yang terlibat dalam perang China melawan Covid-19 di Aula Besar Rakyat di Beijing, Selasa, 8 September 2020. (AP / Mark Schiefelbein)



Investasi dari China untuk Indonesia paling banyak sektor apa?
Saya sebutkan angkanya dulu. Untuk periode 1 Januari sampai akhir Juli, volume perdagangan kita itu ini data dari customs di sini, data dari bea cukai China, itu volume perdagangan kita nilainya itu US$ 42,1 miliar. Sementara ekspor kita itu US$ 20,2 miliar. Itu naik 11-12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini sementara impor kita dari China itu menurun. Jadi defisit kita itu berkurang signifikan. Defisit sekarang 1,7. Kita berharap kalau tren ini positif sampai dengan Desember, mudah-mudahan mengurangi defisit yang sangat signifikan apabila kita bandingkan dengan tahun yang lalu.

Sementara itu di bidang investasi, realisasi, jadi bukan plan, realisasi dari investasi China ke Indonesia untuk periode Januari sampai Juli, itu US$ 2,4 miliar. Ada kenaikan sekitar 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kita ingat bahwa tahun lalu kenaikan investasi dari China ke Indonesia itu 95,6%. Jadi top up dari 95,6% tahun lalu dalam periode pandemi sekarang itu masih bisa naik 6%. Kalau China sendiri itu urutan kedua setelah Singapura.

Berarti ini sebenarnya indikasi bahwa walaupun situasi kita tahu bahwa masih ada pandemi di Indonesia tetapi pertama kita masih giat berekspor. Yang kedua, iklim investasi itu tetap kondusif.

Paling banyak investasi China ini masuk ke Indonesia di sektor apa?
Saya kira kalau total investasi itu mineral resources dan infrastructure. Kita sudah tahu proyek-proyek apa yang dilakukan di Indonesia. Kita juga misalnya di bidang smelter dan lithium karena kita ingin juga membuat baterai. Karena masa depan ada di EV/Electric Vehicle.

Kita punya nikel yang cukup banyak, tetapi di tahun-tahun yang lalu, ekspor elektronik kita ke China itu ditotal sekitar US$ 3 miliar saja. Dari itu kita akan melihat ekspor baterai kita ke sini mungkin US$1 miliar. Sementara negara tetangga kita ekspor elektroniknya itu bisa US$30 miliar dan ekspor baterainya itu adalah US$ 28 miliar.

Dengan demikian, kita berharap bahwa apabila investasi yang masuk adalah untuk menggerakkan karena bahan bakunya ada di Indonesia, industri baterai kita kita inginkan ini juga naik. Karena itulah tahun 2018-2019 road-show yang kita lakukan adalah untuk hal ini.

Sekarang di bidang infrastruktur dan yang terakhir recently itu di bidang digital economy. Kenapa? Karena kontribusi digital economy di China terhadap GDP-nya sudah 30%, di kita sekitar 3% sementara kita sudah punya 5 unicorn dan 1 decacorn.

Jadi masa depan ekonomi kita juga adalah di bidang digital ekonomi. Kita akan leading di Asean di mana nilai daripada untuk 2025 nilai daripada digital economy kita berdasarkan prediksi itu di sekitar US$130 miliar hingga US$150 miliar.

Kalau dilihat angka-angka dalam periode pandemic saat ini pun, digital economy itu tetap menonjol di China maupun di Indonesia. Itulah sektor yang kita ingin kembangkan, kerja sama dan investasi. Jadi selalu saya tekankan kerja sama kolaborasi dan investasi dari China ke Indonesia sehingga bisa terjadi juga transfer of knowledge dan teknologi.



Peluang apa yang bisa dijajaki antara Indonesia dengan China di digital economy?
Di bidang e-commerce platform kemudian fintech. Kebetulan sekali nanti siang saya akan lanjutkan zoom pertemuan dengan leading digital economy platform di sini untuk membahas kerja sama.

Contoh yang simple saja begini, contoh yang simple ya, kita menjual produk-produk Indonesia dengan memanfaatkan e-commerce platform di sini, yang selalu traditionally saya sampaikan kita ada satu produsen kerupuk yang sangat dikenal di sini bisa menjual kerupuk dengan memanfaatkan influencer dan e-commerce platform itu dalam waktu 18 menit hasilnya sekitar Rp 12 miliar. Belum lagi sarang burung walet dan lain-lain.

Jadi ini yang ingin kita kerjasamakan. Beberapa waktu yang lalu kita melakukan zoom meeting juga dengan leading e-commerce di Indonesia. E-commerce platform apakah dengan kurasi yang sudah mereka punya untuk produk-produk UKM yang nilainya, yang jumlahnya sekitar 300.000 produk itu, bisa kita kerjasamakan dengan e-commerce platform di sini sehingga bisa masuk ke pasar China. Seperti bagaimana produk-produk China yang masuk ke pasar Indonesia dengan memanfaatkan e-commerce platform yang ada di Indonesia.

Platform digital yang sedang dijembatani apa?
Yang leadinglah di Indonesia. Nanti kalau sudah jadi saya sampaikan. Jadi e-commerce platform yang cukup leading di Indonesia dan e-commerce platform yang cukup leading juga di China.

Tetapi saya sampaikan begini. Kita buat strategi pemasaran dengan melakukan kerja sama di sini, sort of pilot project dengan provinsi-provinsi yang menonjol atau kota-kota yang menonjol misalnya dengan Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dengan Hainan dengan Fuzhou, dan dengan Beijing tentunya.

Jadi kita mengeroyok itu dari pusat-pusat distribusi, chain of distribution-nya dari kota-kota tersebut. Itu yang sedang kita garap sekarang.

Itu untuk produk China itu karena influencernya sendiri itu salah satu yang menonjol di sini. Tidak hanya produk kerupuk ya karena kemudian saya cukup kagum dengan mereka-mereka itu tidak hanya produk kerupuk, sekarang dia sudah bikin juga waffle. Orang di sini seneng waffle juga. Sekarang dia akan masukkan lagi kopi yang dikaitkan dengan sarang walet.

Jadi kopi seduh. Jadi begini, bird nest coffee. Orang-orang sini kan sarang burung itu kan makanan dewa-dewa, makanan kaisar-kaisar. Caviar dari timur. Jadi apa yang seperti misalnya sekarang ada juga yang memproduksi, kan sedang mid-autumn festival, jadi moon-cake nya itu kan luar biasa lakunya sekarang.

Salah satu kreatifitas usahawan-usahawan kita yang bergerak di bidang sarang burung walet adalah membuat moon cake dengan menambahkan bird nest atau sarang burung di sana. Itu harganya tinggi dan laris manis. Jadi kreativitas-kreativitas seperti ini yang diperlukan.

Sekarang ada pemikiran juga untuk membuat instant noodle bird nest atau bird nest tea karena orang di sini suka meminum teh. Jadi kerupuk punya pasar di sini dan sangat signifikan.

Berapa total nilai dari bisnis kerupuk?
Untuk kerupuk itu bulan lalu itu dipasarkan di, memanfaatkan salah satu e-commerce platform dan influencer itu dalam 18 menit itu lakunya Rp 12 miliar. Nah nilai secara total kebetulan saya tidak ada angkanya tapi saya tanya ke dia, di bilang lumayan pak karena itu usaha-usaha kerupuk saya di Indonesia itu tidak ada layoff, tidak memberhentikan tenaga kerja karena pasar China menyedot. Jadi sekarang dia lari juga ke bidang-bidang lainnya.

Apa target diplomasi ekonomi Indonesia dengan China?
Kalau target tentunya ini yang selalu saya sebutkan Indonesian corporated ya. Jadi dengan kunjungan Bu Menlu, dengan kunjungan Pak Menteri BUMN dan juga kunjungan mungkin menteri-menteri yang akan datang dan usaha bersama dari pelaku-pelaku ekonomi, yang penting usaha bersama dari pelaku-pelaku ekonomi, maka saya menargetkan paling tidak kita menyamai atau melebihi tahun lalu.

Tahun lalu total perdagangan kita dengan China itu US$ 72 miliar, sementara investasi China ke Indonesia US$ 4,7 miliar. Harus di atas itu target kita. Jadi kalau dalam situasi pandemi saja kita bisa melampaui target tersebut maka untuk 2021 saya kira masa depan kita akan cerah.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading