Video: Danantara Merger 5 BUMN Aset Manajemen & 23 Kawasan Industri
Video: Danantara Merger 5 BUMN Aset Manajemen & 23 Kawasan Industri
Jakarta, CNBC Indonesia- Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menyampaikan capaian kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sejak diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025.
BPI Danantara ditujukan sebagai motor pertumbuhan ekonomi RI sehingga dalam menjalankan mandat ini Danantara memiliki 2 pilar yakni sebagai Danantara Asset Management sebagai konsolidator dan holding operasional BUMN serta sebagai Danantara Investment Management yang berfungsi sebagai pengembang dana investasi.
Dalam pengelolaan BUMN, Danantara melakukan review terhadap 1.074 perusahaan BUMN yang 52% mengalami kerugian dan inefisiensi hingga Rp 50 triliun per tahun sehingga yang dilaksanakan melalui 4 langkah yakni likuidasi, divestasi, konsolidasi dan restrukturisasi, sehingga pada akhir tahun 2026, perusahaan BUMN akan tersisa menjadi 254 BUMN yang solid dan menguntungkan.
Seperti apa perkembangan reformasi perusahaan BUMN di Bawah BPI Danantara? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 26/08/2026)