Di RSU Demartino, Mogadishu, bangsal dipenuhi anak-anak dengan leher bengkak dan kesulitan bernapas. Perawat sibuk memberikan obat infus, sementara dokter berdiskusi dengan orang tua pasien. “Kami membutuhkan antibiotik, obat-obatan lain, dan laboratorium khusus untuk difteri. Semua itu sangat penting untuk menyelamatkan nyawa,” kata direktur rumah sakit tersebut, Dr. Aulrasaq Yusuf Ahmed. (REUTERS/Feisal Omar)