2021 in Review

Muncul Fenomena Langka! Hotel-Hotel Bangkrut Dijual Murah

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
29 December 2021 17:15
Kamar Tidur Kedua Penthouse The Mark Hotel (CNBC International)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi yang sudah terjadi hampir dua tahun lebih, membuat bisnis perhotelan hancur lebur. Dimana terjadi penurunan tingkat okupansi yang drastis mengganggu kondisi keuangan perhotelan, karena pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan.

Belum lagi adanya aturan pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah, sehingga mengganggu operasional hotel. Bahkan hotel juga sempat tidak beroperasi selama beberapa bulan.

Sehingga terjadi fenomena penjualan hotel secara masif karena para pemilik sudah menuju kebangkrutan. Hal ini juga terlihat dalam situs jual beli, ada ratusan hotel dalam status di jual oleh pemiliknya. Bahkan rela memberi diskon hingga miliar demi asetnya dapat terjual dengan cepat.


Dari catatan PHRI ada 1.700 hotel berhenti beroperasi karena tidak sanggup menopang biaya operasional tanpa pemasukan karena aturan pembatasan pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengatakan banyak pengusaha yang gulung tikar hingga rela menjual asetnya.

Wakil Ketua Umum DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Johnnie Sugiarto, juga mengakui kalau banyak pihak yang menitipkan jual hotel kepada dirinya.

"Duh banyak banget, saya dapat penawaran dari Jakarta sampai Bali di-list saya mungkin 100 ada. Tolong carikan dong gua kehabisan napas nih. Saya bilang kalau dalam negeri nggak bisa diharapkan, karena tidak ada duit," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (7/8/2021).

Ia juga sempat menawarkan kepada beberapa investor luar negeri. Seperti China, Singapura, namun mereka juga masih enggan untuk melakukan investasi di hotel karena kondisi pandemi.

"Saya tanya temen di China, juga nggak bisa. Tanya teman di Singapura dia bilang resesi," jelasnya. Padahal harga hotel yang ditawarkan sudah murah, terdiskon 20% - 30% menurut Johnnie.

Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Sutrisno Iwantono, mengatakan fenomena penjualan hotel memang terjadi di banyak tempat tidak terkecuali di ibu kota.

"Di marketplace sudah ada sebelumnya, Cuma sekarang lebih banyak karena ada pandemic. Jadi wajar-wajar saja karena kesulitan keuangan jadi di jual ," jelasnya kata Sutrisno beberapa waktu lalu.

Dalam kondisi serba susah akibat virus corona, menurut Sutrisno, setiap pelaku usaha punya perhitungan sendiri untuk melanjutkan beban biaya. Meski begitu dia belum memiliki data berapa jumlah hotel yang di jual di daerah Jakarta.

Kondisi ini tidak hanya terjadi pada wilayah Jakarta. Namun meluas di berbagai daerah seperti Surabaya, Bandung termasuk daerah pariwisata seperti Bali, Yogyakarta. Bahkan hotel bintang 5 seperti Grand Tulip Legacy Surabaya juga menyatakan untuk tutup.

Dari situs website e-commerce juga banyak iklan penjualan hotel. Seperti di Lamudi tercatat ada 631 hotel di Bali yang obral mulai dari Rp 15 miliaran sampai triliun rupiah.

Ketua PHRI Yogyakarta Dedy Pranawa Eryana menyebut beberapa hotel sudah gulung tikar dari hari ke hari. "Oaling tidak nambah 3 hotel lagi, jadi totalnya mencapai 53 hotel yang sudah tutup," kata Ery (21/5/2021).

Di toko online, hotel-hotel di Jogja banyak di lego, misalnya hotel Bintang 2 Favehotel, hotel bintang 3 Aston Group, hingga hotel bintang 4 The Atrium. Nilainya beragam, harga dibuka mulai dari Rp 95 miliar hingga Rp 190 miliar. Namun, sayangnya hotel-hotel itu susah laku karena kondisi banyak sektor sedang sulit.

Banyaknya penjualan hotel ini membuktikan, kalau bisnis hotel memang hancur-hancuran. Tak ayal sektor perhotelan juga menjadi salah satu sektor penyumbang PHK pekerja hingga pengurangan jam kerja. Dari data PHRI paling tidak 131 sekitar 700 ribuan pekerja hotel yang dirumahkan atau di - PHK.


[Gambas:Video CNBC]

(fys/fys)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading