Update Polling CNBC Indonesia

Dagang dengan Negara Lain, Indonesia Masih Menang Banyak!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 September 2021 06:50
Suasa Pelabuhan Tanjung Priok
foto : CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Tirta Citradi, Ekonom MNC Sekuritas, menyebut kenaikan harga komoditas tidak hanya mendongrak kinerja ekspor Indonesia tetapi juga cadangan devisa. Per akhir Agustus 2021, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Tanah Air adalah US$ 144,78 miliar, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

"Cadangan devisa yang memadai akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Tirta dalam risetnya.


Sementara impor pada Agustus 2021 diperkirakan tidak jauh beda dibandingkan Juli 2021 yang mencatatkan pertumbuhan 44,44% yoy. Ini karena dunia usaha sepertnya menahan diri mengingat pemerintah masih menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"PPKM Level 3 dan 4 menyebabkan ketidakpastian kegiatan usaha maupun investasi. Ini juga tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Agustus 2021 masih berada di zona kontraksi (di bawah 50)," tambah Faisal.

Akan tetapi, impor masih bisa tumbuh tinggi mengingat rendahnya capaian pada 2020, yang menjadi basis perhitungan. Pada Agustus 2020, impor anjlok -24,19% yoy.

"Perekonomian domestik sejatinya terkena dampak negatif dari penyebaran virus corona yang menyebabkan pemerintah memperketat pembatasan sosial. Namun karena basis yang rendah pada 2020 dan kenaikan harga komoditas global, impor masih bisa membukukan pertumbuhan dua digit," demikian Tirta.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading