Bahaya! Covid-19 Ternyata Punya Dampak Jangka Panjang

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
03 December 2020 17:47
People wearing masks take part in a 'We Do Not Consent' rally at Trafalgar Square, organised by Stop New Normal, to protest against coronavirus restrictions, in London, Saturday, Sept. 26, 2020. (AP Photo/Frank Augstein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus corona alias Covid-19 ternyata meninggalkan gejala sisa jangka panjang bagi pasien yang sudah sembuh. Gejala yang disebut sebagai Long Covid-19 ini bisa ditandai dengan berbagai gejala mulai dari kelelahan hingga depresi.

"Dulu kita mengenal post covid syndrome, itu istilah lama, seiring perkembangannya oleh WHO disebut Long covid. Kondisi, gejala muncul pasien sembuh dari covid-19 berdasarkan hasil swab negatif," ujar Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RS Persahabatan, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

"Gejala muncul bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, menetap. Long Covid-19 gejala bervariasi, gejala kelelahan kronik, sesak nafas, berdebar-debar, nyeri sendi, nyeri otot, hingga depresi pasca covid-19," imbuhnya.


Long Covid ini, lanjutnya bukanlah virus yang tersisa pada tubuh seseorang setelah pernah terpapar Covid-19. Long Covid terjadi akibat proses sakit yang kemudian menimbulkan kelainan anatomik.

"Contohnya, sering ditemukan long covid, paru nya ada kekakuan pada jaringan paru, menetap 2-3 bulan. Menyebabkan oksigen tak bisa masuk. Nafas berat, beberapa pasien, beberapa laporan 20-30% penurunan fungsi paru, akibatnya pasien sesak nafas," katanya lagi.

Menurutnya siapa saja bisa mengalami long covid. Namun ada beberapa kelompok yang berisiko tinggi mengalami hal ini, Misalnya, pasien yang sudah punya komorbid, orang lanjut usia atau memiliki potensi kronik misalnya orang yang merokok.

"Beberapa ada yang muda, bahkan tak ada komorbid bisa muncul long covid," imbuhnya.

Dia menjelaskan, gejala long covid pada paru-paru tergantung gejala covid yang diderita. Jika Covid-19 dengan gejala ringan, biasanya tidak terjadi long covid. Namun untuk gejala Covid-19 sedang, berat kritis, biasanya akan terjadi long covid.

Meski begitu, dia menyebut di Indonesia masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan long covid ini. Sebab hingga saat ini, di Indonesia belum ada penelitian terkait dengan long covid ini. Dia juga menjelaskan, long covid muncul pada pasien dengan gejala sedang, berat hingga kritis dan hingga saat ini belum ada laporan untuk pasien OTG.

Lalu, bagaimana dengan vaksin, apakah bisa mencegah terjadinya long covid?

"Vaksin mencegah seseorang terinfeksi yang konsepnya seseorang menjadi punya imunitas. Tentunya kalau dia tidak terinfeksi tak akan muncul long covid. Tetapi memang kalau orang itu jadi terinfeksi, apakah long covid masih bisa, ya masih. Vaksin kan mencegah infeksi. Begitu tak sakit ya tak muncul long covid," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading