Generasi Muda Diimbau Jangan Sering Pakai Paylater, Ini Dampaknya!

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Minggu, 24/05/2026 15:16 WIB
Foto: dok Jogja Financial Festival 2026

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Brand Manager UGM Branch Office BNI, Diah Charmaningtyas mengimbau kepada generasi muda untuk tidak terlalu sering menggunakan paylater. Pasalnya, dampak dari penggunaan layanan tersebut bisa membuat kondisi keuangan pribadi menjadi tidak sehat.

Dalam Edu Class bertema "Financial Management for Sustainable Growth" di Jogja Financial Festival 2026, Diah menjelaskan, kehadiran pembayaran paylater erat kaitannya dengan impulsif buying. Pasalnya, seseorang menjadi lebih mudah untuk membeli sebuah barang tanpa berpikir panjang barang tersebut dibutuhkan atau tidak.

"Ketika kita gak berhitung dengan cermat, kita gak memperhitungkan, gak mencatat apa yang sudah kita beli, akhirnya kita gak sadar, cicilannya numpuk. Yang akhirnya, kita punya kecenderungan gaya hidupnya meningkat, while pendapatannya belum terlalu meningkat," ujar Diah dalam sesi Edu Class "Financial Management for Sustainable Growth", ditulis Minggu (24/5/2026).


Berikutnya, ia menilai generasi muda saat ini juga cenderung berlangganan layanan digital, baik berupa hiburan maupun eduksi seperti Spotify, YouTube, Canva dan lainnya. Dia mencontohnya, saat sudah selesai menggunakan Canva selama satu bulan, terkadang orang lupa mematikan langganannya, sehingga berisiko menggerus pendapatan.

Dari situ, setiap orang harus bisa mengatur budgeting uang yang dimiliki untuk berbagai jenis keperluan. Pada akhirnya, jika ingin membeli sesuatu, maka orang tersebut harus memiliki perencanaan keuangan, termasuk memantau berapa uang yang dimiliki dan yang akan dikeluarkan, serta tujuan dari pembelian tersebut.

Jika perencanaan tersebut dilakukan dengan baik, maka setiap orang bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkannya tanpa harus khawatir dompetnya boncos.

"Jadi kalau teman-teman hanya mencatat incomingnya saja tapi cash flownya tidak dicatat, tidak akan jalan (manajemen keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutannya) karena fokus sama incomingnya saja. Untuk memastikan teman-teman bisa mengukur cash flownya yang nomor satu adalah kita harus konsisten," tandas dia.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus BPD Perkuat Bisnis Saat Biaya Logistik Naik & Rupiah Lesu