Newsletter

"Angpao" Untuk Investor, China Kini Jadi Pemodal Utama di RI

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
25 January 2023 05:55
Ilustrasi pergerakan saham Foto: Pixabay/

Untuk perdagangan hari ini, investor perlu mencermati sejumlah sentimenTidak ada data atau agenda besar perekonomian yang akan dirilis atau digelar hari ini.

Namun, sejumlah sentimen baik dari dalam negeri atau luar negeri masih bisa menggerakkan pasar keuangan Indonesia. Sentimen dari dalam negeri di antaranya adalah data realisasi investasi.

Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di Tanah Air sepanjang Januari hingga Desember 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun.

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 552,8 triliun atau tumbuh 23,6% dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 654,4 atau naik 44,2% dari tahun 2021.

Untuk kuartal IV-2022, realisasi investasi menembus Rp 314 triliun atau naik 30,3% (year on year/yoy).  PMA tercatat Rp 175,2 triliun sementara PMDN tercatat Rp 139,6 triliun.

Catatan luar biasa pada PMA adalah melesatnya China sebagai investor asing terbesar pada kuartal IV-2022. Tiongkok menggeser Singapura yang selama bertahun-tahun menjadi investor terbesar dalam satu kuartal.

Pengecualian terjadi pada kuartal IV-2019 di mana China juga secara mengejutkan menjadi investor terbesar pada kuartal tersebut.

 "Nampaknya China akan semakin berperan besar ke depan. Indonesia tengah fokus ke program hilirisasi dan mereka tertarik dengan program tersebut," tutur Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah kepada CNBC Indonesia.

Secara keseluruhan tahun 2022, Singapura masih menjadi investor terbesar RI dengan nilai investasi menembus US$ 13,3 miliar. Disusul kemudian dengan China, Hongkong, Jepang, dan Malaysia.

Nilai investasi China pada 2022 menembus US4 8,2 miliar pada 2022 naik 156% dibandingkan pada 2021 yang mencapai US$ 3,2 miliar.

Investasi China baru melonjak dalam empat tahun terakhir.  Pada 2013, total investasi China hanya menembus US$ 297 juta yang menempatkan mereka pada posisi 12 investor terbesar di Indonesia.

Pada 2015, China naik ke peringkat ke-9 dengan investasi US$ 628 juta hingga mencapai posisi ketiga pada tahun 2017.

Besarnya investasi China pada 2022 semakin menguatkan posisi Tiongkok dalam peta perekonomian Indonesia. Negara Tirai Bambu selama bertahun-tahun juga sudah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia. 

Dengan posisi yang semakin kuat maka perkembangan di China tentu harus diikuti. Salah satunya adalah seberapa besar dampak pelonggaran kebijakan Covid China berpengaruh ke pasar keuangan RI.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pembukaan China akan berdampak besar ke pertumbuhan global.

"Pembukaan kembali China akan mendorong pertumbuhan global," Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam diskusi panel di World Economic Forum 2023 di Davos, Swiss, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/1/2023).

Prospek Ekonomi dan Kebijakan Fed Masih Menggerakkan Pasar Keuangan RI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading