Polling CNBC Indonesia

Atas Nama Rupiah, BI 'Diramal' Tahan Bunga Acuan di 3,5%

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
21 July 2021 13:55
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

'Hantu' tapering off yang kembali bergentayangan, plus faktor domestik yaitu lonjakan kasus virus corona, menempatkan rupiah dalam posisi berisiko. Survei dwi-mingguan Reuters menunjukkan bahwa investor masih mengambil posisi jual (short) terhadap rupiah.

Hasil survei itu digambarkan dengan angka 3 hingga -3. Semakin tinggi angkanya, maka investor semakin mengambil posisi beli (long) terhadap dolar AS.

Dalam survei 15 Juli, skor rupiah ada di 0,23. Artinya, investor masih cenderung short terhadap rupiah dan memihak kepada dolar AS.


kursSumber: Reuters

Oleh karena itu, wajar kalau BI dituntut harus selalu siaga. BI harus menjaga pasar keuangan Indonesia tetap 'seksi' sehingga tetap menarik di mata investor, terutama asing. Dengan demikian, arus modal tetap akan mengalir ke pasar keuangan Tanah Air dan menopang stabilitas rupiah.

Caranya adalah dengan membuat suku bunga tetap atraktif. Penurunan suku bunga akan semakin membuat investor menjauh karena cuan yang didapat bakal berkurang. Sementara menaikkan suku bunga agak mustahil, karena bagaimanapun perekonomian nasional masih butuh 'rangsangan' dari berbagai sisi, termasuk moneter.

So, langkah paling mungkin adalah mempertahankan suku bunga. Semoga dengan suku bunga yang sekarang Indonesia tetap atraktif di mata investor sehingga stabilitas rupiah akan terjaga.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading