Newsletter

Pantengin Gaes, Hari Ini Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Lho!

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
13 January 2021 06:50
Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021, 11 Januari 2021 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021, 11 Januari 2021 (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan domestik ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin, Selasa (12/1/2021). Bursa saham berhasil finish di zona apresiasi sementara untuk nilai tukar dan obligasi justru mengalami pelemahan. 

Optimisme vaksinasi Covid-19 membuat aset-aset berisiko di dalam negeri terangkat. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya merestui penggunaan vaksin buatan Sinovac untuk digunakan secara darurat (Emergency Use Authorization/EUA).


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,2%. Namun pergerakan IHSG sangatlah volatil pada perdagangan kemarin. Indeks acuan saham nasional itu sempat tembus level psikologis 6.400. Namun langsung 'longsor' setelahnya. IHSG bahkan 'ngos-ngosan' jelang penutupan perdagangan hingga akhirnya menghijau.

Nilai transaksi yang tercatat mencapai hampir Rp 26 triliun. Sebanyak 194 saham mengalami kenaikan sementara 305 saham drop dan sisanya 135 stagnan. Asing masuk dan mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp 605 miliar di pasar reguler.

Beralih ke pasar obligasi, harga surat utang yang ditransaksikan bursa domestik mengalami penurunan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mengalami penurunan sebesar 0,14% ke level 311,71. 

Penurunan harga obligasi mengindikasikan adanya kenaikan imbal hasil (yield). Untuk Surat Berharga Negara (SBN) rupiah bertenor 10 tahun yang sering menjadi acuan imbal hasilnya mengalami kenaikan sebesar 0,71% ke 6,26%. 

Kenaikan yield obligasi rupiah pemerintah RI dipicu oleh naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury). Setelah sekian lama jatuh di bawah 1%, nilai nominal imbal hasil obligasi Pemerintah Paman Sam tersebut akhirnya menyentuh 1%.

Dolar AS yang selama ini jatuh tersungkur akhirnya bangkit. Ada momentum technical rebound yang membuat indeks dolar berhasil menguat 1% dalam waktu singkat dan kembali ke level 90.

Penguatan indeks dolar membuat mata uang utama Benua Asia menjadi tumbal, tak terkecuali rupiah. Kendati penguatan dolar AS mulai kendor, tetapi kinerja nilai tukar rupiah cenderung melempem.

Di arena pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,28% ke Rp 14.120/US$. Sementara jika menggunakan kurs Bank Indonesia (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/JISDOR) untuk US$ 1 dibanderol di Rp 14.231.

Rupiah menjadi mata uang Asia dengan performa paling payah kemarin, sementara yuan China memimpin penguatan dengan apresiasi sebesar 0,26% terhadap greenback

Wall Street 'Ijo' sih, tapi Tipis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading