Hingga Q3 2020, Produksi Feronikel Antam Nyaris Stagnan!

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 October 2020 15:28
Gedung Antam (detikcom/Ari Saputra)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan produksi feronikel selama Januari-September 2020 mencapai 19.133 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik tipis 0,4% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 19.052 TNi.

Sekretaris Perusahaan Kunto Hendrapawoko mengatakan sepanjang kuartal ketiga 2020 produksi feronikel mencapai 6.371 TNi, tumbuh 6% dibandingkan produksi pada Juli-September 2019 yang sebesar 6.035 TNi.

Adapun dari sisi penjualan, penjualan feronikel selama sembilan bulan 2020 ini mencapai 19.507 TNi, turun 0,9% dari penjualan selama Januari-September 2019 yang sebesar 19.703 TNi.


Sementara penjualan feronikel pada kuartal ketiga 2020 mencapai 6.462 TNi, turun tipis 1,28% dari periode yang sama pada 2019 sebesar 6.546 TNi.

"Perusahaan mencatatkan pertumbuhan positif kinerja segmen nikel pada periode triwulan ketiga 2020 seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global serta tumbuhnya permintaan nikel," tutur Kunto seperti dikutip dalam keterangan resmi perusahaan pada Jumat (23/10/2020).

Untuk bijih nikel, lanjutnya, produksi selama sembilan bulan tahun ini mencapai 2,86 juta ton dan penjualan 1,21 juta ton. Bila dibandingkan dengan periode yang sama 2019, produksi bijih nikel hingga September 2020 ini sebesar 2,86 juta wet metric ton (wmt), turun signifikan yakni hingga 61% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7,39 juta wmt.

Begitu pun dengan penjualan bijih nikel selama Januari-September ini mencapai 1,21 juta ton, turun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,49 juta ton.

Penurunan produksi ini seiring dengan ditutupnya keran ekspor bijih nikel mulai awal 2020 ini.

Kunto mengatakan, Antam berfokus pada pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

"Sejalan dengan diterapkannya Harga Patokan Mineral logam di dalam negeri oleh Kementerian ESDM, memberikan tingkat harga jual mineral di dalam negeri yang lebih kompetitif dan hal tersebut memberikan peluang bagi Antam untuk meningkatkan jangkauan pemasaran bijih nikel di dalam negeri," tuturnya.

Dalam menghadapi tantangan volatilitas harga komoditas global, menurutnya perusahaan juga berfokus pada upaya penurunan biaya tunai produksi serta implementasi kebijakan strategis terkait inisiatif efisiensi biaya yang tepat dan optimal.

"Melalui langkah ini, biaya tunai feronikel unaudited Antam sepanjang periode 9M20 tercatat sebesar US$ 3,34 per pon nikel, capaian tersebut mengukuhkan posisi Antam sebagai bagian dari kelompok produsen feronikel global berbiaya rendah," ujarnya.

Hingga 2019 tercatat posisi cadangan bijih nikel Antam sebesar 353,74 juta wmt dengan sumber daya bijih nikel mencapai sebesar 1,36 miliar wmt. Potensi cadangan dan sumber daya mineral nikel tersebut menurutnya menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan skala bisnis perusahaan melalui hilirisasi mineral nikel guna menciptakan nilai tambah produk nikel Antam, serta meningkatkan kontribusi yang positif bagi negara dan masyarakat.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading