Polling CNBC Indonesia

Resesi di Depan Mata, Tapi BI Kayaknya Ogah Turunkan Bunga

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 September 2020 06:30
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki Ilustrasi Gedung BI (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan. Tekanan yang dialami rupiah sejak awal kuartal III-2020 membuat MH Thamrin agak sulit menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate, meski perekonomian Indonesia tengah di bibir jurang resesi.

BI menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16-17 September 2020. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan suku bunga acuan tetap bertahan di 4% dalam RDG bulan ini. Seluruh institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tidak ada yang menyatakan lain, tidak ada dissenting opinion.


Institusi

BI 7 Day Reverse Repo Rate (%)

ING

4

Citi

4

DBS

4

BNI Sekuritas

4

BCA

4

Maybank Indonesia

4

Standard Chartered

4

Bank Permata

4

Trading Economics

4

Mirae Asset

4

Danareksa Research Institute

4

BRI

4

Barclays

4

Sesuai mandat UU No 3/2004, tujuan bank sentral hanya satu yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Mandat itu yang coba dilaksanakan oleh BI.

Sejak awal kuartal III-2020 hingga 15 September, rupiah memang melemah sangat dalam yaitu 4,62%. Rupiah jadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

Penurunan suku bunga acuan akan ikut menurunkan imbal hasil investasi di aset-aset berbasis rupiah, utamanya di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi. Sejak awal tahun, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah seri acuan tenor 10 tahun sudah terpangkas 40,7 basis poin (bps).

Per 11 September, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) tercatat Rp 940,21 triliun. Ini adalah yang terendah sejak 28 Agustus.

Kalau yield turun terus, maka investor asing akan terus keluar karena berinvestasi di SBN dipandang kurang 'seksi'. Dampaknya, rupiah akan kekurangan 'darah' sehingga bisa terus melemah.

Sejatinya, Ada Ruang untuk Turunkan Bunga
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading