Newsletter

Dear Investor, Panglima 'Perang' Hari Ini: Sentimen Global!

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
06 August 2020 06:35
bursa saham asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham dan pasar valas Indonesia pada Rabu (5/8/2020) menguat, tetapi pasar obligasi melemah pasca-rilis data ekonomi domestik. Hari ini, sentimen global bakal jadi panglima.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan penguatan, setelah sejak pagi bergerak flip-flop alias berfluktuasi. Indeks acuan bursa nasional tersebut menguat 1,03% ke level 5.127,05.


Investor asing yang pada pagi membukukan pembelian bersih (net buy) Rp 12 miliar, justru balik arah mencetak jual bersih (net sell) senilai Rp 360 miliar di pasar reguler.

Ini mengindikasikan bahwa mereka memilih melarikan dananya setelah rilis Produk Domestik Bruto (PDB) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontraksi sebesar 5,32% pada kuartal II-2020.

Secara teknikal, PDB RI telah mengalami resesi setelah berkontraksi tiga kali berturut-turut (secara kuartalan), yakni -1,74% (kuartal IV-2019), -2,41% (kuartal I-2020), dan -4,19% (kuartal II-2020).

Namun secara tahunan, kontraksi sebesar -5,32% tercatat yang pertama, karena pada kuartal I-2020 negeri ini masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi sbesar 2,97%.

Secara umum, nilai transaksi bursa mencapai Rp 9,3 triliun. Sebanyak 241 saham menguat, 173 melemah, dan 161 lainnya flat. Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT H M Sampoerna Tbk (HMSP) dengan jual bersih sebesar Rp 58 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 111 miliar.

Reli IHSG terjadi di tengah pergerakan variatif bursa Asia. Hang Seng Index di Hong Kong naik 0,62%, Nikkei di Jepang terdepresiasi 0,26%, sedangkan Indeks STI di Singapore tumbuh 0,8%.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke zona hijau di perdagangan pasar spot setelah menguat 0,07% kemarin. US$ 1 dibanderol Rp 14.520/US$ di pasar spot atau menguat 0,21%.

Namun, harga obligasi pemerintah di pasar sekunder melemah. Hal itu tercermin dari penurunan yield atau imbal hasil sejumlah seri acuan.

Data Revintif menunjukkan imbal hasil surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun Indonesia berada di level 6,83%, atau meningkat dibandingkan posisi Selasa sebesar 6,81%. Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang. Kenaikan harga obligasi membuat posisi yield turun, demikian juga sebaliknya.

Wall Street Meriah, Nasdaq Sempat Tembus Level 11.000
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading