Newsletter

The Worst is Yet to Come, Bagaimana Nasib Pasar Hari Ini?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
30 June 2020 06:04
Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) at the end of the day's trading in Manhattan, New York, U.S., August 27, 2018. REUTERS/Andrew Kelly Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Usai terkoreksi pada akhir pekan lalu, dini hari tadi tiga indeks saham utama Negeri Paman Sam berhasil melenggang ke zona hijau. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 579 poin atau 2,3%. Pada saat bersamaan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat 1,5% dan 1,2%.

Saham-saham yang berkontribusi terhadap terangkatnya indeks utama Wall Street adalah saham Boeing yang naik lebih dari 14% dalam sehari setelah terdengar kabar bahwa tes terhadap Boeing 737 yang sempat mengalami kecelakaan di Ethiopia dan Indonesia akan dilakukan mulai Senin ini dan dalam waktu tiga hari ke depan.

Harga saham Apple juga melonjak pada perdagangan dini hari tadi dengan apresiasi 2,3%. Sementara itu saham Facebook yang sempat terkoreksi akhirnya juga melenggang ke zona hijau dengan kenaikan sebesar 2,1%. 


Perusahaan media sosial sekaligus raksasa teknologi Paman Sam tersebut sempat mendapat tekanan ketika banyak perusahaan seperti Coca Cola, Starbukcs, hingga Guinness mengatakan akan menghentikan kampanye dan iklan di media sosial. Maklum, lebih dari 90% pendapatan perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini berasal dari iklan.

Investor dan trader masih memilih saham-saham yang diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi meski beberapa zona merah Covid-19 di Amerika Serikat (AS) kembali muncul. 

CNBC International melaporkan saham Southwest Airlines melonjak 9,6% setelah Goldman Sachs menaikkan ratingnya dari sell menjadi buy. Saham-saham sektor ritel juga mendapat berkah, Gap dan Kohler masing-masing terapresiasi sebesar 3,7% dan 10,1%.

Mengacu pada data kompilasi real time John Hopkins University CSSE, jumlah orang yang positif terjangkit Covid-19 di Negeri Adidaya sudah tembus 2,5 juta orang dengan total kematian mencapai lebih dari 125 ribu orang.

"Data statistik [infeksi] virus corona di AS memburuk dalam sepekan terakhir...Namun para trader kembali tak menghiraukan sentimen negatif ini" kata Erik Bregar, kepala Strategi FX di Exchange Bank of Canada dalam sebuah catatan.

Beberapa analis seperti seperti Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors, mengatakan bahwa mereka merasa terhibur karena fakta bahwa percepatan jumlah infeksi belum mengarah pada peningkatan kematian yang nyata.

"Meskipun ada banyak 'berita utama' Covid-19 yang mengkhawatirkan selama akhir pekan angka 'catatan kasus' kematian harian AS yang dikaitkan dengan Covid-19 turun ke level terendah baru 253," kata Lee dalam emailnya kepada klien.

"Dan sementara banyak yang cenderung menjadi 'full blown' bearish lagi, kami pikir perbedaan dalam perawatan Covid-19 (kasus vs kematian) serta jalur yang mencerminkan [kasus] di NYC mendekati puncaknya memberi tahu kami kami mungkin [kita] dekat dengan titik dimana kasus mulai lambat," tambahnya.

Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini : The Worst is Yet to Come
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading