Rupiah Melemah, Berkah Buat Emas Antam?

Investment - Tri Putra, CNBC Indonesia
29 October 2022 17:00
Emas Antam Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga logam mulia emas Antam bergerak naik di sepanjang pekan ini, meskipun harga emas dunia cenderung turun.

Di pasar spot, harga emas dunia dihargai US$ 1.642/troy ons pada Jumat (28/10/2022). Harga emas drop US$ 14,9/troy ons dibandingkan dengan penutupan minggu lalu. Dalam sepekan, si logam mulia kuning ini telah mengalami penurunan nilai pasar sebesar 0,9%. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga mengalami pelemahan 1,12%.

Pelaku pasar masih terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS (Fed). Bank sentral paling kuat di dunia tersebut akan menggelar rapat minggu depan untuk menentukan kebijakan suku bunga.

Konsensus pasar masih memperkirakan bahwa Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 4% dengan probabilitas 82,2% jika mengacu pada piranti FedWatch CME.

Fed memang agresif sepanjang tahun ini dalam menaikkan suku bunga acuan. Federal Fund Rates (FFR) sebagai acuan sudah dikerek naik 300 bps sepanjang tahun ini.

Alhasil dari pengetatan kebijakan moneter tersebut dolar AS menguat 15,41% dan harga emas turun 10,21% sepanjang tahun ini.

Namun menariknya, harga emas Antam cenderung lebih tahan banting. Di awal tahun 2022, harga 1 gram logam mulia Antam dibanderol di Rp 945.000.

Pekan ini, harga emas Antam ada di Rp 944.000/gram. Bahkan dalam sepekan terakhir harga emas Antam naik Rp 8.000/gram atau setara dengan nyaris 1%.

Artinya harga emas domestik tidak banyak mengalami pergerakan yang berarti dan cenderung stagnan. Lantas mengapa harga emas di dalam negeri lebih stabil?

Jawabannya adalah pergerakan nilai tukar rupiah. Rupiah tercatat melemah 9,11% di hadapan greenback sepanjang 2022.

Kendati Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (bps), tetapi rupiah terus melemah dan seolah 'ogah' keluar dari Rp 15.500/US$.

Pelemahan rupiah dan kenaikan inflasi akibat naiknya harga BBM subsidi membuat harga emas Antam tidak mengalami penurunan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cek Harga Emas Antam 9 Juni: Naik Tipis-tipis


(trp/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading