Investasi Koin Dinar dan Dirham, Emang Masih Bisa?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 April 2022 13:45
Ancient gold coins are displayed in Caesarea, north of Tel Aviv along the Mediterranean coast February 18, 2015. REUTERS/Nir Elias

Jakarta, CNBC Indonesia - Koin dinar dan dirham sempat beredar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menjual kedua koin tersebut.

Dinar dan dirham memang dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil dan sesuai syariah sejak berabad-abad lamanya. Selain itu dapat juga digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, dan mahar.

Tetapi untuk di Indonesia koin tersebut bukan digunakan untuk alat pembayaran melainkan investasi atau collectible item (barang koleksi).


Dinar merupakan koin yang berbahan dasar emas, sedangkan dirham perak. PT Antam sebelumnya menjual koin dinar dengan kemurnian 99,99% dan 91,7%. Namun, semenjak Februari 2021 lalu, di website resmi PT Antam, logammulia.com, tidak lagi menjual dinar maupun dirham.

Sebelum tidak tersedia lagi di situs tersebut, di Indonesia sempat dihebohkan dengan pasar Muamalah Depok, Jawa Barat, yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli.

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akhirnya menangkap pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi pada awal Februari 2021.

Meski PT Antam sudah tidak menjual lagi koin dinar dan dirham, tetapi saat ini masih banyak diperdagangkan di marketplace.

Seperti disebutkan sebelumnya, karena berbahan dasar emas harga koin dinar pun akan berfluktuasi. Biasanya mengikuti arah pergerakan emas dunia.

Harga emas dunia sendiri saat ini sedang kesulitan untuk menajak dan cenderung berkonsolidasi setelah sebelumnya bergerak bak roller coaster.

Pada 8 Maret lalu harga emas pernah mencapai level US$ 2.069/troy ons. Level tersebut sedikit lagi mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$ 2.072/troy ons yang dicapai pada 7 Agustus 2020 lalu.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2022), pukul 16:33 WIB, emas dunia diperdagangkan di kisaran US$ 1.929/troy ons, turun 0,18% dari hari sebelumnya.

Namun, dalam sepekan saja emas kemudian ambrol hingga ke bawah US$ 1.900/troy ons. Sejak saat itu emas berkonsolidasi alias naik turun di dekat level tersebut.

Analis dari RJO Futures Frank Cholly mengatakan melihat pergerakannya di kuartal II-2022 bisa mencapai lagi level US$ 2.000/troy ons, sebab sebelum menguat emas dikatakan berkonsolidasi terlebih dahulu.

"Emas memiliki kecenderungan melakukan banyak konsolidasi sebelum kembali melesat naik. Kita melihat reli yang bagus di Februari sampai pertengahan Maret. Sekarang emas sedikit mengalami koreksi," kata Cholly sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (1/4/2022).

Menurutnya pasar melihat bottom emas saat ini berada di level tertinggi pertengahan November tahun lalu di kisaran US$ 1.876/troy ons. Kemudian banyak bergerak di kisaran US$ 1.900 - US$ 1.925/troy ons, emas diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran dasar hingga ke level tersebut sebelum kembali melesat.

"Jika kita melihat emas mampu menembus US$ 1.950 - US$ 1.975/troy ons dengan bagus, maka kita bisa melihat emas dengan mudah menembus US$ 2.000/troy ons di kuartal II-2022," tambahnya.

Jika prediksi tersebut jitu, dan harga emas dunia kembali ke atas US$ 2.000/troy ons, harga koin dinar tentunya juga akan ikut menanjak. Sekali lagi, koin dinar atau dirham digunakan untuk tujuan investasi dan collectible item (barang koleksi), bukan merupakan alat pembayaran.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sejalan dengan Tren Dunia, Harga Emas Pegadaian Kompak Naik


(pap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading