Ditangkap! Bos Robot Trading Fahrenheit, Janjikan Cuan 80%

Investment - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
23 March 2022 08:56
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hemawan Saat Konferensi Pers Terkait Isu Investasi Ilegal (Tangkapan Layar Youtube PPATK Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sudah menangkap bos Robot trading Fahrenheit Hendry Susanto.

"Hendry Susanto sudah ditangkap," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Rabu (23/3/2022).

Whisnu mengatakan Hendry Susanto kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Hendrya adalah direktur di PT FSP Akademi Pro, perusahaan yang mengelola robot trading bodong Fahrenheit.

Robot trading Fahrenheit memang sempat membuat heboh. Platform investasi ini diduga menipu korbannya hingga triliunan rupiah.

Polisi telah menerima 100 aduan terkait penipuan yang dilakukan robot trading tersebut. Artis Chris Ryan menjadi salah satu pihak yang melaporkan platform yang semula ia kira memiliki sistem trading asli.

Ia tak menyangka belakangan Fahrenheit masuk kategori investasi bodong. Chris menduga total kerugian korban mencapai Rp 5 triliun.

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliyansah Lubis mengatakan bahwa robot trading Fahrenheit dikelola oleh PT FSP Akademi Pro.

Auliansyah menjelaskan bahwa Hendry menjabat sebagai direktur di perusahaan tersebut.

"Untuk sementara dari hasil pemeriksaan empat orang yang sudah kita amankan ini, menurut keterangan mereka, (Hendry Susanto) adalah direktur di PT FSP Akademi Pro," kata Auliansyah.

"Kemudian juga kami tadi sudah memeriksa data dari pada PT tersebut dan memang direkturnya Pak HS," imbuhnya.

Kombes Auliansyah Lubis mengatakan para tersangka kasus investasi berkedok robot trading Fahrenheit menjanjikan keuntungan sebesar 50 hingga 80 persen kepada korbannya.

"Menempatkan US$500 maka keuntungan 50 persen, kalau menempatkan US$1.000 dengan perhitungan 60 persen keuntungan diberikan kepada member, kalau menempatkan US$10.000 itu 75 persen untuk member sisanya perusahaan, dan kalau US$50.000 keuntungan 80 persen," kata Auliansyah.

Menurut Auliansyah, para tersangka turut mewajibkan para korbannya untuk membeli robot seharga 10 persen dari total nilai investasi. Para tersangka juga menjelaskan kepada para korban bahwa dengan robot tersebut investasi akan aman dan terhindar dari kerugian besar.

"Jadi nanti robot ini bisa mengamankan uang masyarakat ini, tidak akan kalah, tidak akan hilang, jadi akan untung terus. Inilah akhirnya masyarakat tergerak untuk meletakkan uangnya di robot trading tersebut," ucap Auliansyah.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Ini Bahaya Menggunakan Robot Trading Saat Main Saham


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading